Kajian Sunnah

Pusat Download MP3 Kajian Islam As-Sunnah www.kajiansunnah.wordpress.com

Arsip untuk BERDASARKAN USTADZ/NARASUMBER

Sepuluh Pembatal Keislaman Yang Wajib Diwaspadai Setiap Muslim, oleh Al Ustadz Muhammad Yahya

Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 1. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok

 


Bagian ke- 2. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 3. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 4. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 5. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 6. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 7. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok

 


Bagian ke- 8. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 9. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 10. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 11. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 12. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 13. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok


Bagian ke- 14. Pokok-pokok Keimanan Menurut Ahlus Sunnah (Syarh Ushulul Iman), disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok

 

Sumber : Tasjilat Waadiyyah, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat

 

Kandungan Ayat Kursi Tentang Sifat Maha Tahu Allah atas Takdir, Perbuatan dan Segala Apa Yang Terbaik buat Hamba-Nya – Al Ustadz Abdul Baar

Menghadap Allah Dengan Hati Yang Selamat, Hati Yang Sholeh dan Lembut, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Bahaya Dusta, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Fanatisme (Taqlid Buta) dan Bahayanya Bagi Umat, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Kisah Dakwah Nabi dan Hikmahnya Bagi Manusia, terdiri dari 12 judul, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Mengenal Bahaya dan Dosa Bila Kita Tidak Menjaga Lisan (Perkataan) Dengan Hati-hati, disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Baab’duh

Membangun Keluarga Muslim Yang Sesuai Syariat Islam, oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Kasih Sayang Rasulullah Terhadap Umatnya, oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Mengenali Bentuk Teguran Allah Terhadap Manusia, disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Nikmat Yang Timbul Akibat Rasa Cinta Karena Allah, disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Mengenali Dekatnya Adzab Allah, disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Kewajiban Manusia dan Perintah Allah Terhadap Hambanya, disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh

Marah dan Cara Menahan Diri dari Rasa Amarah , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Ujian (Cobaan) adalah Sunnatulloh Yang Akan Dialami Setiap Manusia , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Memelihara Sikap Jujur , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Wanita, Rumah Diantara Syahwat Dunia , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Sikap Merasa Diawasi Oleh Allah , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Jagalah Allah, Niscaya Allah Akan Menjagamu , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Memelihara Sikap Syukur, Hikmah dari Kisah Si Belang, Si Botak dan Si Buta , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Makna Taqwa , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Orang Yang Paling Mulia Di Sisi Allah Adalah Orang Yang Paling Bertaqwa , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Membangun Sikap Yakin dan Tawakal , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Siapakah Yang Termasuk Golongan Calon Penghuni Syurga Yang Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Tawakkallah Seperti Tawakkalnya Seekor Burung , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Bagaimana Membangun Sikap Tawakkal dalam Situasi Yang Sangat Sulit , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Tholabul Ilmu atau Menuntut Ilmu Sebagai Salah Satu Sebab Turunnya Rezeki , Kajian Riyadhus Sholihin, oleh Al Ustadz Agus Suady

Betapa Dahsyatnya dan Betapa Mengerikannya Siksaan di Dalam Neraka, Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

(Artikel ini merupakan transkrip dari rekaman ceramah yang disampaikan dengan penuh keharuan dan sangat menggetarkan hati, oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari. Untuk mendengar rekaman aslinya silahkan klik link ini : http://www.4shared.com/file/145890471/cbe07b9f/05_Betapa_Dahsyatnya_dan_Betapa_Mengerikannya_Siksaan_di_Dalam_Neraka_Al_Ustadz_Dzulqarnain_Al_Makasari_wwwkajiansunnahwordpresscom.html

…Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menciptakan makhluk supaya mereka mengenal Allah Subhanahu wata’ala dan menyembah-Nya dan supaya mereka takut kepada-Nya. Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api Neraka-Nya di dalam Al Quranul karim dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam.

Seluruh hal tersebut Allah Subhanahu wata’ala sifatkan tentang api Neraka dan apa yang Allah Subhanahu wata’ala siapkan berupa siksaan dan kepedihan dan yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa lagi maha kuat. Dan membuat getar hati para hamba yang menyadari dirinya bahwa dia akan berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka dan demi Allah!… tidaklah Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kepada hamba-Nya dan membuat mereka takut kepada sesuatupun yang lebih keras dan lebih dahsyat dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى

“Maka Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala” (Al Lail: 14)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّهَا لإحْدَى الْكُبَرِ. نَذِيرًا لِلْبَشَرِ

“Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia.” (Al Muddatsir: 35)

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ad Darimi, dan Al Hakim, dari An Nu’man bin Basyir Radhiallahu’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkhutbah dan berkata (dengan suara yang sangat keras),

“Saya peringatkan kalian dari api Neraka !!

Saya peringatkan kalian dari api Neraka !!!.

Andaikata seseorang berada di pasar ia akan mendengarkan suara tersebut dari tempatku ini. Bahkan (saking bersemangatnya, red) selendang yang tadinya berada di bahu beliaupun terjatuh di kakinya.”

Ini menunjukkan betapa kerasnya beliau memperingatkan tentang kedahsyatan neraka kepada umatnya.

Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam telah menggambarkan bagaimana panasnya api Neraka, dan bagaimana golakan api Neraka, dan digambarkan bagaimana makanan dan minuman penghuninya, dan digambarkan bagaimana belenggu dan berbagai macam siksaan yang terkandung di dalamnya, dan digambarkan tentang pakaian orang-orang yang menghuninya. Seluruh hal tersebut sebagai seruan kepada hamba Allah Subhanahu wata’ala supaya takut dan bertakwa kepada-Nya dan bersegera menuju hal-hal yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Takutlah Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Dan siapa yang menyaksikan, siapa yang memperhatikan tadabbur terhadap Al Quranul Karim dan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan memperhatikan bagaimana Shirah perjalanan hidup para ulama As Salaf, Ahlul Ilmi wal Iman dari kalangan para shahabat Radhiallahu’anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, ia akan mendapatkan bagaimana rasa takut mereka kepada Neraka adalah suatu perkara yang sangat menakjubkan. Rasa takut inilah yang membawa mereka dalam keadaan yang mulia. Dan ini menunjukkan mereka di kedudukan yang tertinggi dalam keadan taat kepada Allah Subhanahu wata’ala dam menjauhi segala sesatu yang makruh apalagi yang diharamkan.

Seluruh hal tersebut sebagai rasa takut kepada Allah Subhanahu wata’ala takut dari ancaman api Neraka-Nya dan apa-apa yang Allah Subhanahu wata’ala telah siapkan bagi orang-orang yang bemaksiat kepada-Nya. Karena itulah orang yang takut seperti ini telah dijamin untuk mereka Surga. Di dalam firman-Nya Allah Subhanahu wata’ala mengatakan,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (Ar Rahman: 46)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (Al Mulk: 12)

Berkata Abu Sulaiman Ad Darani: “Asal segala kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidak satu hati pun yang kosong dari rasa takut kecuali hati itu adalah hati yang rusak.”

Karena itulah wahai hamba Allah !!… Wahai anak adam,

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 24)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim: 6)

Dan api Neraka itu, wahai hamba Allah !… Sebagaimana yang disifatkan di dalam firman-Nya,

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ

“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah Subhanahu wata’ala mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.” (Az Zumar: 16)

Memperhatikan hari ini, wahai saudaraku kaum Muslimin, adalah perkara yang sangat penting dan membuat kita sadar bagaimana pentingnya untuk berlindung dari pedihnya api Neraka. Karena itu jadilah orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,

ِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah Subhanahu wata’ala sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.” (Ali Imron: 190-192)

Dan jadilah seperti orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (Al Furqaan: 63-66)

Dan jadilah kaum Muslim yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, orang yang tergolong di dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

“Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.” (Al Ma’arij: 27)

Termasuklah kalian dalam orang-orang yang dimaksud dalam firman-Nya,

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُون.َ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

“Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).” (At Thuur: 25-26)

Juga diriwayatkan dari Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu, “Sesungguhnya kebanyakan doa nabi Shallallahu’alaihi wasallam yaitu,

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari Neraka”

Dan orang-orang yang senantiasa meneteskan air mata takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dinyatakan di dalam hadits,

عَيْنَانِ لاَ تَمُسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api Neraka: (pertama) mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, (kedua) mata yang bermalam dalam keadaan berjaga di jalan Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. At-Tirmidzi no. 1639, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Al-Misykat no. 3829)

Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,

وعن ابى هريرةرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : سبعةيظلّهم اللّه فى ظلّه يوم لاظلّ الاّظلّه :

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tujuh orang yang akan dinaungi oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam naungan-Nya pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya sendiri”, Disebutkan di antara mereka,

ورجل ذكراللّه خالياففاضت عليناه (متفق عليه)

“….Orang yang mengingat pada Allah Subhanahu wata’ala di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasa Takutnya Salafus Shalih Kepada Neraka

Umar bin Khatab pernah berkata, “Wahai sekalian manusia, andaikata ada yang menyeru dari langit, ‘wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian semua masuk Surga kecuali satu orang’. Saya takut satu orang (yang dimaksud) itu adalah saya.”

Lihat bagaimana rasa takut para ulama As Salaf. Dan suatu hari Al Hasan Al Bashri pernah menangis, maka ditanya kepada beliau, “Apa yg membuatmu menangis wahai Abu Said?” Beliau menjawab, “Saya takut Allah Subhanahu wata’ala akan melemparkan saya besok di api Neraka dan Allah Subhanahu wata’ala tidak memperhatikannya.”

Dan berkata Yazid bin Kholsyan, “Demi Allah! Saya tidak penah melihat orang yang lebih takut dari Al Hasan Al Bashri dan Umar bin Abdul Aziz seakan Neraka diciptakan untuk mereka berdua saja. Sehingga merek senantiasa merasa takut darinya.”

Dan sebagian ulama As Salaf apabila mereka melihat api di dunia ini maka berubahlah warna mukanya dan gemetarlah ia dan berubah keadaanya dan ia melihat firman Allah Subhanahu wata’ala,

أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُون.َ أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُون.َ نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ. فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

“Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.” (Al Waqi’ah: 71-74)

Berkata Imam Mujahid, “Sesungguhnya Neraka dunia akan mengingatkan Neraka akhirat. Kalau seorang melihat Neraka dunia maka ia akan ingat Neraka akhirat ini yg disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala, “Kami jadikan api itu untuk peringatan”.

Dan berkata Al Hasan Al Bashri, “Umar bin khattab kadang dihidupkan untuk beliau api pada suatu malam, kemudian Umar mendekati api tersebut dan mendekatkan tangannya ke api tersebut kemudian Umar berkata, “Wahai Ibnu Khattab, apakah kamu mampu bersabar di atas api ini?”

Bahkan di kalangan ulama As Salaf ada yang tidak bisa tidur karena takutnya dari api Neraka.

Berkata Hasan Al Bashri, “Syaddad bin Auf apabila naik ke tempat tidurnya ia berada di atasnya seakan-akan kacang yang berada di atas penggorengan dan ia berkata, ‘Ya Allah! Sesungguhnya mengingat Neraka Jahannam membuat saya tidak bisa tidur’ maka iapun berdiri kemudian sholatlah ia.”

Dan berkata Taulus bin Kaisan, “Dan beliau kadang tidur di atas tempat tidurnya dan berbaring dan berbalik seperti berbaliknya kacang di atas gorengan kemudian beliau bangkit melompat lalu menghadap kiblat sampai di waktu shubuh kemudian beliau berkata, ‘Sesungguhnya ingat akan api Neraka telah mengubah tidurnya orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala.”

Dan berkata Malik bin Dinar, “Putri Ar Robi’ bin Husain berkata kepada ayahnya, ‘wahai ayahku kenapa engkau tidak tidur dan manusia dalam keadaan tidur?’ Maka ia berkata kepada putrinya, ‘Wahai putriku, sesungguhnya api Neraka tidak membiarkan ayahmu tidur.”

Dan biasa para ulama As Salaf ada yg takutnya dari api Neraka menimbulkan padanya penyakit yang kadang dilihat di antara manusia karena kurusnya seakan-akan dia sakit padahal tidak ada penyakit pada dirinya.

Demikian rasa takutnya para ulama dan telah kita sampaikan ayat-ayat Al Quran dan hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang menunjukkan tentang mulianya takut kepada api Neraka dan mulianya orang-orang yang menangis karena takutnya akan siksaan api Neraka.

Ketika Engkau Berdiri sedangkan Neraka Ada di Hadapanmu…

Dalam hadits Anas bin Malik Radhiallahu’anhu disebutkan,

وعن انس رضى اللّه عنه قال : خطب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم خطبةماسمعت مثلهاقطّ ، فقال : لوتعلمون مااعلم لضحكتم قليلاولبكيتم كثيرا ، قال : فغطّى اصحاب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم وجوههم لهم خنين (متفق عليه)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah berkhutbah, dan saya belum pernah mendengarnya. Beliau bersabda: “Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan pasti akan banyak menangis.” Anas berkata: “Mendengar yang demikian para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menutupi muka mereka sambil menangis terisak-isak.”(HR. Bukhari dan Muslim)

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا. قَالُوا: وَمَا رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ.

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat ya Rasulullah” Beliau shallallahu‘alaihi wasallam menjawab: “Saya melihat Al Jannah dan An Naar.” (HR. Muslim Kitab Sholat no. 426)

Dan di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Maik dan dihasankan oleh Syakh Al Albani dari seluruh jalan-jalannya, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata kepada Jibril ‘Alaihi salam, wahai Jibril kenapa saya tidak pernah melihat Mikail tertawa. Maka Jibril ‘Alaihis salam berkata, “Sesungguhnya Mikail itu tidak pernah tertawa semenjak diciptakannya api Neraka.”

Karena itu digambarkan lagi wahai hamba Allah..!! Jikalau engkau berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala dalam keadaan menyandang dosa dan penyimpangan, sedangkan tiada menyandang satu amalanmu di dunia ini….

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

فَيَوْمَئِذٍ لا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَد.ٌ وَلا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.” (QS. Al Fajr: 22-26)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

“Dan diperlihatkan dengan jelas Neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat”, (Asy Syu’araa: 91)

Dan di dalam firmannya Allah Subhanahu wata’ala menyatakan

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى. فَأَمَّا مَنْ طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).” (QS. An Naazi’aat: 34-39)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan,

وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا

“Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.” (Al Kahfi: 100)

Dan mereka datang dalam keadaan penuh dengan kehinaan dan memandang dengan pandangan yang lesu sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala,

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

“Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka. (Al Ma’arij: 44)

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada Neraka, (dikatakan kepada mereka): “Bukankah (azab) ini benar?” Mereka menjawab: “Ya benar, demi Tuhan kami”. Allah Subhanahu wata’ala berfirman “Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar”. (Al Ahqaf: 34)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Qaaf: 22)

Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan imam Muslim dari Adiy bin Hatim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan tentang keadaan seorang muslim ketika mereka berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala.

وعن عدىّ بن حاتم رضى اللّه عنه قال : قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم مامنكم من أحدالاّسيكلّمه ربّه ليس بينه وبينه ترجمان ، فينظرأيمن منه فلايرى إلاّماقدّم ، وينظرأشأم منه فلايرى إلاّماقدّم ، وينظربين يديه فلايرى إلاّالنّارتلقاءوجهه . فاتّقواالنّارولوبشقّ تمرة (متفق عليه)

Dari ‘Adiy bin Hatim Radhiallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Seseorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal di antara dia dengan Tuhannya tidak ada juru bahasa, kemudian ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya, ia melihat ke kiri, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya, dan ia melihat ke depan, tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Maka takutlah kalian terhadap Neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.“(HR. Bukhari dan Muslim)

Besarnya Neraka

Dan ingatlah ketika api Neraka telah berada di depan kita. digambarkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud diriwayatkan oleh imam Muslim secara mauquf,

وعنه قال : قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : يؤتى بجهنّم يومءذلهاسبعون ألف زمام ، مع كلّ زمام سبعون ألف ملك يجرّونها (رواه مسلم)٠

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat Neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap-tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.”(HR. Muslim)

Suara Kemarahan Neraka

Demikian kengerian pada hari itu, dan Neraka jahaanam yg datang tersebut dari jauh ia telah memperdengarkan suara kemarahan, suara kemurkaan, dan pada hari itu orang-orang yang penuh dengan maksiat yakin bahwa dirinya akan penuh dengan kesengsaraan.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

“Apabila Neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.” (Al Furqaan: 12)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

َكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara Neraka yang mengerikan, sedang Neraka itu menggelegak, hampir-hampir (Neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (Neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” (Al Mulk: 7-8)

Dan Allah Subhanahu wata’ala befirman menyatakan dalam Al Quran,

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ كَأَنَّهُ جِمَالَةٌ صُفْرٌ

“Sesungguhnya Neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning,” (Al Mursalat: 33)

 

Penghuni Neraka Dari Kalangan Jin dan Manusia

Wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, wahai kalian manusia yang sadar bahwa dirinya akan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, ketahuilah bahwa penghuni Neraka tersebut adalah dari kalangan jin dan manusia. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’raaf: 179)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Huud: 119)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” (As Sajdah: 13)

Neraka Harus Penuh, Tidak Boleh Tidak

Dan ingatlah wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, bahwa Neraka Jahannam harus penuh dan tidak boleh tidak.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلأتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab : “Masih ada tambahan?” (Qaaf: 30)

Neraka berharap masih ada tambahan.

Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Dan setiap kalian merasa bahwa Neraka Jahannam penuh. Adapun Neraka Jahannam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wata’ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, “Cukup, cukup, cukup” Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah dia.”

Dan Allah Subhanahu wata’ala tidak akan menzhalimi seorangpun dari makhluknya. Adapun Surga, maka Allah Subhanahu wata’ala akan mewujudkan makhluk-makhluk baru pada tempat yang kosong tersebut.

Neraka Bertingkat-Tingkat

Dan Neraka tersebut bertingkat-tingkat dan berderajat-derajat, sebagaimana Surga bertingkat-tingkat dan memiliki bebapa derajat.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (An Nisa: 145)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (Al Hijr: 44)

Mereka Berada di Dalam Neraka Yang Ditutup Rapat

Dan Allah Subhanahu wata’ala mengabarkan bahwa pintu-pintu ini apabila penghuninya telah masuk pintu tersebut akan ditutup. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَة.ِ عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ

“Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam Neraka yang ditutup rapat.” (Al balad: 19-20)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ. فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (Al Humazah: 8-9)

Dalamnya Neraka

Adapun dalamya api Neraka tersebut, wahai hamba Allah!… Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita semua dari pedihnya api Neraka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,

وعنه قال : كنّامع رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : إذسمع وجبةفقال : هل تدرون ماهذا ؟ قلنا : اللّه ورسوله أعلم ، قال : هذاحجررمى به فى النّارمنذسبعين خريفا ، فهويهوى فى النّارالان حين انتهى إلى قعرهافسمعتم وجبتها (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata : “Kami bersama-sama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Beliau bertanya : “Apakah kamu tahu, bunyi apakah itu ?” Kami menjawab : “Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.” Beliau bersabda : “Ini adalah suara batu yang dilemparkan ke dalam Neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu. Batu itu sekarang baru sampai ke dasar Neraka, maka kalian mendengar suara gemuruhnya.”(HR. Muslim)

Ini dasar dari api Neraka, betapa jauhnya dan betapa mengerikannya.

Panasnya Neraka

Adapun panasnya wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, disebutkan dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Neraka mengadu kepada Allah Subhanahu wata’ala tentang panasnya. Neraka berkata, ‘Yaa Allah, sebagian dari diriku telah memakan sebagian yang lain karena panasnya, maka berikanlah kesempatan kepadaku untuk bernafas’. Maka diberikan ijin untuk Neraka Jahannam untuk bernafas dengan dua kali nafas. Nafas di waktu dingin dan nafas di musim panas. Maka pada saat musim panas saat yang paling panas itulah panasnya api Neraka dan di saat musim dingin yang paling dinginnya yang menusuk itulah dinginnya dari api Neraka.”

Sebab dari Neraka ada dingin yang tidak bisa diukur dan sebagai siksaan yang tidak kalah pedihnya dari api Neraka tersebut. (maksudnya, ‘dingin’nya Neraka merupakan bentuk siksaan yang tidak kalah pedihnya dari api neraka, red)

Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Demi Allah! Apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim no. 2843)

Pedihnya Siksaan di Dalam Neraka

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisa: 56)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman menggambarkan tentang pedihnya dan panasnya api Neraka.

يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ. وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ. وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيه.ِ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ. كَلا إِنَّهَا لَظَى. نَزَّاعَةً لِلشَّوَى

“Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya Neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, (Al Ma’arij: 11-16)

Dan Neraka jahannam tersebut, wahai hamba Allah !… Tidak seperti yang kalian gambarkan seperti api di muka bumi ini. Diriwayatkan oleh Imam Malik dan lain-lainnya dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, “Apakah kalian mengira api Neraka Jahannam ini berwarna merah seperti api kalian ini ini, sesungguhnya api Jahannam berwarna hitam seperti teer (aspal cair).”

Dan penghuni Neraka, wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, digambarkan andaikata dirimu yang diperlakukan seperti ini kelak di kemudian hari dan mereka dalam keadaan dibelenggu dengan rantai dan belenggu. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا

“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan Neraka yang menyala-nyala.” (Al Insaan: 4)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا الأغْلالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا

“Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir.” (Saba’: 33)

Dan gambarkanlah andaikata hal ini menimpa kita dan apa yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam ayat ini menimpa seseorang dari kita, wal’iyadzubillah…!!. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala menyatakan,

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ. ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ. فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

(Allah Subhanahu wata’ala berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (Al Haaqqah: 30-32)

Dan Neraka Jahannam ini siksaannya tidak berujung sampai di sini dan jangan dikira bahwa siksaannya hanya seperti ini bahkan siksaan di dalamnya berlipat ganda dan terdapat berbagai macam siksaan dan kepedihan yang membuat bulu kuduk merinding dan membuat hati orang yang beriman gemetar.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Al Baihaqi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Dari Abdullah bin Khaliq bin Jundub Al Jabili dia berkata, nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya di Neraka ada enam ular bagaikan leher-leher unta yang menyengat seorang di antara penghuni Neraka tersebut maka ia mendapatkan panasnya selama tujuh puluh tahun. Dan di dalam Neraka tersebut ada kalajangking-kalajengking yang besarnya bagaikan keledai dan salah satu di antaranya kalajengkng tersebut menyengat seorang dari penghuni Neraka maka ia mendapatkan pedihnya sengatan tersebut selama empat puluh tahun.”

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Akan keluar pada hari kiamat leher dari api Neraka yang memiliki dua mata melihat, dua mata mendengar, dan lisan berbicara, “saya diperintahkan untuk menyiksa tiga orang. (pertama) Orang yang sombong lagi keras kepala, (kedua) orang yang menyembah kepada selain Allah Subhanahu wata’ala, dan (ketiga) orang-orang yang menggambar.”

Jenis Makanan di Dalam Neraka

Dan bagaimana sangkaanmu, wahai kamu anak Adam, yang telah melalaikan dan telah menyia-nyiakan umurnya di kehidupan ini, dan telah bergelimang dengan berbagai macam kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan memakan makanan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Tahukah engkau bagaimana makanaan dan minuman di dalam Neraka tersebut? Dengarkan firman Allah Subhanahu wata’ala,

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُون.َ لآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ. فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ. فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيم. فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيم. ِ هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ

“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”. (Al Qaqi’ah: 51-56)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ. إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ. إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ. طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ. فَإِنَّهُمْ لآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ. ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ

“(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum, Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar Neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. (Ash Shaaffaat: 62-67)

Dan di ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala menyatakan,

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ. طَعَامُ الأثِيمِ. كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ. كَغَلْيِ الْحَمِيمِ. خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيم. ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ. ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

“Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah Neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia” (Ad Dukhaan: 43-49)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالا وَجَحِيمًا. وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا

“Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan Neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” (Al Muzammil: 12-13)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلا مِنْ ضَرِيعٍ. لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (Al Ghaasyiyah: 6-7)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

َلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَا هُنَا حَمِيمٌ. وَلا طَعَامٌ إِلا مِنْ غِسْلِينٍ. لا يَأْكُلُهُ إِلا الْخَاطِئُونَ

“Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (Al Haaqqah: 35-37)

Maka ingatlah wahai hamba Allah ..!! Hari itu engkau menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala, engkau akan datang dengan dirimu sendjri, akan hilang kerajaanmu, hilang kedudukanmu, hilang harta bendamu, hilang sanak family, hilang keluargamu, engkau datang tanpa pelindung !

Jenis Minuman di Dalam Neraka

Adapun minumannya…, dengarkanlah firman Allah Subhanahu wata’ala,

لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا. إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا. جَزَاءً وِفَاقًا

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal.” (QS, An Naba’: 24-26)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (QS, Muhammad: 15)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ. وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ

“Inilah (azab Neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.” (QS, Shaad: 57-58)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ. يَتَجَرَّعُهُ وَلا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.” (QS, Ibrahim: 16-17)

Dan pada hari itu, wahai hamba Allah!… Penduduk Neraka akan meraung-raung dan meminta supaya diberi minuman. Allah Subhanahu wata’ala menyatakan menggambarkan tentang pedihnya siksaan mereka,

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

“Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu Neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al Kahfi: 29)

Dan diriwayatkan oleh Ibnul Mubarok, Imam Ahmad, dan Imam At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya air mendidih dalam Neraka itu akan dituangkan di atas kepala-kepala mereka kemudian air tersebut akan menembus mereka sampai masuk ke dalam lambung mereka kemudian akan masuk ke dalamnya secara perlahan-lahan supaya merasakan siksaan, masuk secara perlahan-lahan ke dalam lambungnya kemudian iapun membuat kuah di dalamnya, membuat kuah yang mengalir di kakinya dan itulah As Sahr. Setiap kali ia mendapat kuah tersebut dikembalikan lagi dan mendapat siksaan tersebut.”

Wal ‘iyadzubillah…!!

Pakaian Para Penghuni Neraka

Adapun pakaian orang yang berada di dalamnya, pakaian penduduk Neraka…, mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita dari pedihnya api Neraka.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ

سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ

لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah Subhanahu wata’ala akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter/aspal cair) dan muka mereka ditutup oleh api Neraka, agar Allah Subhanahu wata’ala memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha cepat hisab-Nya.” (QS, Ibrahim: 47-51)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (Al Hajj: 19)

Dan Ibrahim An Nakhai kalau beliau membaca ayat ini beliau berkata, “Subhanallah…! Maha suci Allah yang menciptakan pakaian dari api Neraka”

Besar Tubuh Para Penghuni Neraka

Adapun besarnya tubuh penghuni Neraka digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Sesungguhnya gigi geraham (dalam riwayat lain: gigi taring) orang kafir besarnya seperti gunung Uhud dan tebal kulitnya perjalanan selama tiga hari.”

Dan di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesunggunya antara dua bahu orang kafir di dalam Neraka jaraknya perjalanan selama tiga hari bagi orang yang melakukan perjalanan cepat.”

Tangisan Penghuni Neraka Meraung-raung, Berteriak, dan Mengiba

Dan jangan disangka cuma itu keadaan mereka, di dalam Neraka mereka akan meraung-raung, menangis dan berteriak dengan teriakan yang keras dan mereka berdoa semoga mereka dikeluarkan tapi tidak bisa keluar. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ

هُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan orang-orang kafir bagi mereka Neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam Neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS, Fathir: 36-37)

Dan mereka, wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, berteriak supaya adzabnya diringankan. Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan,

وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ

قَالُوا أَوَ لَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلا فِي ضَلالٍ

“Dan orang-orang yang berada dalam Neraka berkata kepada penjaga-penjaga Neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” (QS, Al Mukmin: 49-50)

Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ

قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (QS, Al Mukminun: 107-108)

Dan ingatlah bahwa pada hari itu penghuni Neraka berteriak minta tolong supaya diberikan minuman kepada penghuni surga. Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan di dalam Al Quran.

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

“Dan penghuni Neraka menyeru penghuni syurga: ” Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah Subhanahu wata’ala kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,” (QS, Al A’raf: 50)

Dan Mereka Ingin Keluar Tetapi Mereka Tidak Bisa Keluar Dari Neraka Tersebut.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

“Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa Neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS, As Sajdah: 20)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ. وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ

“Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari Neraka itu.” (QS, Infithaar: 15-16)

Dan Mereka Sangat Berharap Mereka Bisa Menebus Diri-Dirinya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” (QS, Ali Imran: 91)

وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

“Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam Neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.” (QS, Al An’am: 70)

وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

“Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah Subhanahu wata’ala yang belum pernah mereka perkirakan.” (QS, Az Zumar: 47)

Siksaan Yang Paling Ringan di Dalam Neraka

Wahai hamba Allah…! Tahukah kita bahwa siksaaan yang paling ringan di dalam Neraka tersebut disebutkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau meriwayatkan dari nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya penduduk Neraka yang paling ringan siksaan adalah orang yang memiliki dua terompah (sandal) dari Neraka. Dua terompah ini dipanaskan, begitu dimasukkan dua kakinya maka akan mendidih otak kepalanya seakan-akan dibuat mendidihnya mirjan. Ia menyangka bahwa tidak ada lagi orang yang lebih berat siksaanya dari dia, padahal ini adalah siksaan yang paling ringan.”

****

Ikhwatal Islam, ikhwatal iman, kaum Muslimin, kaum Mukminin yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala, inilah api Neraka..!

Inilah seuntai dari beberapa kabar tentang api Neraka yang tertera di dalam Al Quran dan As Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.

Apakah ada dari kita upaya untuk bertaubat dan upaya untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan mencabut segala dosa? Sesungguhnya setiap dari kita melakukan kesalahan di muka bumi ini dan tidak dipungkiri

Dan ingatlah wahai hamba Allah!.. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dari api Neraka, setelah rahmat Allah Subhanahu wata’ala, kecuali amal shalih kita, dan ketahuilah kita tidak tahu kapan kita akan dijemput oleh ajal secara tiba-tiba.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ

“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah Subhanahu wata’ala”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS, Yunus: 49)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS, Ali Imran: 185)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,” (QS, An Nisa: 78)

Karena itulah wahai hamba Allah..! Wahai orang-orang yang melampaui batas, wahai orang-orang yang telah menzhalimi dirinya, dan wahai orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidakkah engkau takut jika menghadap Allah Subhanahu wata’ala dalam keadaan bergelimang dengan dosa, bergelimang dengan penyimpangan kepada Allah Subhanahu wata’ala?

وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah Subhanahu wata’ala lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,” (QS, Ibrahim: 42)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لا يَمُوتُ فِيهَا وَلا يَحْيَا

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (QS, Thaahaa: 74)

Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

“Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka (QS, Al Ma’arij: 44)

Karena itulah hendaklah kita membenahi diri dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, menghabiskan waktu kita dengan ketatan dan mengisinya dengan amal shalih, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, kita harus habiskan hidup ini sepanjang Allah Subhanahu wata’ala masih memberikan kesempatan-kesempatan untuk bernafas kepada kita dan tidak ada seorangpun yang tahu berapa detak nafasnya dan setiap dari kita akan menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Maka bersegeralah wahai saudaraku Muslim, wahai saudariku muslimah, sebelum ajal datang menjemput, sebelum datang hari, yang hari itu hanya ada dua golongan orang-orang merugi dan orang-orang yang beruntung. Golongan di dalam Surga dan golongan di dalam Neraka. Golongan yang beristirahat dengan istirahat dengan tenang dan golongan yang dirundung dengan kepedihan dan dan dirundung dengan nestapa.

Karena itu ikhwatifillah, hendaklah kita mengingat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Nasihat Khusus Kepada Setiap Wanita

Dan engkau wahai ukhti Muslimah, tidaklah engkau ingat bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ

“Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sementara orang kaya lagi terpandang masih tertahan (untuk dihisab) namun penghuni Neraka telah diperintah untuk masuk ke dalam Neraka, ternyata mayoritas yang masuk ke dalam Neraka adalah kaum wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5196 dan Muslim no. 2736)

Dan di dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Kebanyakan penduduk Neraka adalah Fushshoq. Dan beliau ditanya, ‘Siapakah Fushshoq itu adalah orang-orang fasiq?’ Dia adalah para perempuan.”

Dan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk Neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no. 5547)

Dan ingatlah wahai sekalian wanita yang tidak sabar akan kehidupan dan senantiasa berkeluh kesah dengan kedukaan dan berkeluh kesah dengan penderitaan dan meraung-raung apabila ia dirundung oleh musibah dan malapetaka.

Ingatlah bahwa Rasululllah Shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Perempuan-perempuan yang meraung apabila ditimpa musibah, apabila ia tidak bertaubat maka dia akan dimasukkan ke dalam Neraka. Dia akan berdiri pada hari kiamat dalam keadaan dihiasi dengan pakaian dari timah dan pakaian yang menutupi kepala dan seluruh tubuh dari besi yang panas.”

Dan kewajiban bagi kita semua untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Setiap dari kita tentu akan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan akan dijemut ajal masuk ke dalam kubur dan akan berdiri di hari kiamat hari yang sangat mengerikan tersebut, dan akan melalui shirath (jembatan) yang terbuat seperti sehelai rambut dan tajamnya lebih tajam dari pedang, jalannya sangat licin dan di bawahnya adalah api Neraka Jahannam yang kalian telah ketahui bagaimana pedihnya siksaan di dalamnya.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala melindungi kita dari api Neraka dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita semua dari pedihnya api Neraka dan memberikan keberuntungan kepada kita di dunia dan di akhirat dan dijadikan segolongan orang -orang yang masuk ke dalam golongan kanan yang menghubi surganya yang penuh kemuliaan dan kenikmatan.

Yaa Allah… jauhkan kami dari api Neraka. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidak seorangpun yang berlindung tujuh kali dari api Neraka kecuali Neraka berkata kepada Allah Subhanahu wata’ala, ‘Ya Allah sesungguhnya si fulan hamba-Mu takut kepadaku maka lindungilah ia dari siksaan api Neraka yang pedih”.

Demikianlah kaum muslimin yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala, mudah-mudahan sedikit dari kalimat ini bisa menjadi hentakan bagi kita semua dan bisa melembutkan hati-hati kita yang setiap harinya dibuat keras dengan maksiat dan dibuat keras dengan penyimpangan yang kita saksikan.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala senantiasa meliputi kita dengan rahmat-Nya dan meliputi dengan naungan-Nya Yang Mulia Lagi Maha Agung.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

[Sumber: Transkip MP3 kajian berjudul "Dahsyatnya Api Neraka" Oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari, Tasjilat Al Atsariyyah Samarinda, untuk mendengarkan REKAMAN CERAMAH MP3 ini silahkan klik link berikut ini untuk mengikuti cara petunjuk untuk download] http://www.4shared.com/file/145890471/cbe07b9f/05_ Betapa_Dahsyatnya_dan_Betapa_Mengerikannya_Siksaan_di_Dalam_Neraka_ Al_Ustadz_Dzulqarnain_Al_Makasari _wwwkajiansunnahwordpresscom.html Sumber transkrip : http://sunniy.wordpress.com/2008/12/13/betapa-dahsyatnya-dan-betapa-mengerikannya-siksaan-di-dalam-neraka/

Pijakan Seorang Muslim Di Tengah Gelombang Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

01. Dahsyatnya Fitnah Yang Melanda Kaum Muslimin, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

02. Kaidah ke – 1, Jauhiah Fitnah dan Jangan Turut Mengobarkan Api Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

03. Kaidah ke-2, Berpegang Teguh Dengan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai Kunci Selamat dari Gelombang Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

04. Kaidah ke – 3, Komitmen dengan Jamaah dan Imam Kaum Muslimin Tatkala Fitnah Melanda, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

05. Kaidah ke-4, Berhias dengan Kesabaran Saat Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

06. Kaidah ke-5, Lemah-lembut, Tidak Tergesa-gesa dan Bijaksana dalam Menyikapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

07. Kaidah ke-6, Tidak Menghukumi Suatu Permasalahan Berdasarkan Gambaran Yang Tidak Jelas, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

08. Kaidah ke-7, Merujuk kepada Ulama dalam menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

09. Kaidah ke-8, Berbuat Adil dan Inshof dalam Setiap Perkara, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

10. Kaidah ke-9, Tidak Setiap Perkara yang Diketahui Harus Disampaikan Pada Saat Berkobarnya Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

11. Kaidah ke-10, Menimbang Bendera Fitnah Yang Diangkat, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

12. Kaidah ke-11, Mengukur Loyalitas kepada Orang Kafir dengan Rincian Syariat , disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

13. Kaidah ke-12, Tidak Berputus Asa Ketika Tertimpa Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

 

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah

Ketentuan Adanya Wali Allah dan Wali syaitan serta Definisinya, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Dalil Al Qur’an dan Sikap Shahabat Nabi Tentang Menyikapi Ahlul Bid’ah (Pelaku Perkara Baru dalam Beragama), disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Siapakah Yang Dimaksud Dengan Golongan Yang Selamat di Akhir Zaman?, dan Bagaimana Ciri-cirinya ?, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Jalan Menuju Hidayah, terdiri dari ceramah dan tanya jawab (2 sesi), disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Kedudukan Ulama dalam Islam : Siapakah Yang Berhak Disebut Ulama?, Kedudukan Ulama dalam Islam, Kriteria Seorang Yang Berhak Disebut Ulama, Siapa Yang Berhak Merekomendasi Seseorang Pantas Disebut Ulama, dan Kriteria Memilih dan Menimba Ilmu Dari Seorang Ulama, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi.

Terdiri dari 26 jilid pendek, yang dipisahkan berdasarkan topik khusus, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi.

SILAHKAN KLIK PILIHAN TOPIK CERAMAH DIBAWAH INI :

 

01. Keutamaan dan Kedudukan Ulama Dalam Syariat - disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

02. Siapakah Yang Pantas Disebut Ulama, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

03. Kewajiban Umat Terhadap Ulama dan Masalah Orang yang Merendahkan Para Ulama, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

04. Peran Para Ulama dalam Memperbaiki Bangsa, Negara, dan Umat, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

05. Kembali kepada Ulama dalam Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

06. Ilmu dan Ulama – Kajian Kitab Fawaidul Fawaid, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

07. Bolehkah menimba ilmu dari orang di sekitar kita yang dianggap ulama, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

08. Bagaimana cara kita memutuskan mengambil ilmu dari seseorang, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

09. Di tempat saya belajar ada pengajar yang merujuk kitab Sayyid Quthb. Bagaimana saya bersikap?, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

10. Menyikapi Kasus – Bagaimana dengan tuduhan pihak Wahdah Islamiyah Makassar bahwa fatwa Syaikh Rabi’ tentang YWI, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

11. Benarkah Yayasan Wahdah Islamiyah Makassar sering dikunjungi ulama, Ustadz Dzulqarnain

 

12. Benarkah bahwa mendirikan partai Islam tidak ada larangannya dalam syariat, Ustadz Dzulqarnain

 

13. Apakah Yusuf Al Qaradhawi termasuk ulama, Ustadz Dzuqarnain

 

14. Apa ukurannya sehingga ijtihad ulama bisa diikuti, Ustadz Dzulqarnain

 

15. Bagaimana kedudukan ulama Indonesia, Ustadz Dzulqarnain

 

16. Siapakah yang merekomendasi seseorang sehingga berhak disebut sebagai ulama, Ustadz Dzulqarnain

 

17. Siapakah ulama-ulama salaf, Ustadz zulqarnain

 

18. Apakah shahih hadits “beramallah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati besok”, Ustadz zulkarnaen

 

19. Siapa guru-guru Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i dan siapa muridnya yang menjadi ulama, Ustadz zulkarnain

 

21. Apa maksud ayat bahwa yang takut kepada Allah hanyalah ulama, ustadz Zulkarnaen

 

22. Bagaimana jika ulama tersalah, ustadz Dzulqarnaen

 

23. Bentuk sabar yang bagaimana untuk menangkal godaan syahwat, ustadz dzulkarnaen

 

24. Pendapat mana yang benar bahwa bumi yang mengelilingi matahari atau sebaliknya, ustadz Dzulqarnaen

 

25. Jika para ulama berselisih, siapa yang menengahi, ustadz Dzulqarnaen

 

26. Benarkah raja-raja di negara muslim lebih disegani daripada ulamanya, ustadz Dzulqarnaen

 

 

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah

Pedoman Menghadapi Fitnah, dan Fitnah-fitnah di Akhir Zaman (kajian Kitab Al Fitan dari Shahih Bukhari) , disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

001. Penyebab Munculnya Fitnah – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

002. Fitnah Tidak Hanya Menimpa kepada Orang Zhalim secara Khusus – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

003. Sepeninggal Nabi akan Muncul Perkara-perkara yang Diingkari Seorang Mu’min – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

004. Kebinasaan Umat di Tangan Anak Kecil dan Fitnah-fitnah Akhir Zaman – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

005. Penjagaan Islam Terhadap Darah dan Kehormatan Seorang Muslim – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

006. Menghindari Fitnah serta Membekali dengan Pengetahuan & Ilmu – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

007. Menghadapi Pertikaian antara Dua Orang Muslim – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

008. Apabila Tidak Ada Al Jama’ah – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

009. Menghadapi Fitnah di Tengah Manusia yang Jelek – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

010. Tanya Jawab – Pedoman Menghadapi Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

011. Kembali Kepada Ulama dalam Menghadapi Gelombang Fitnah, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

 

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah

Etika yang Syar’i Dalam Menyikapi Perselisihan dan Perbedaan Pendapat di Kalangan Para Ulama (Kajian Kitab Raf’ul Malam ‘anil A-immatil A’lam, karya Ibnu Taimiyah), disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Sepuluh Wasiat Allah Subhahanu Wa Ta’ala – disampaikan oleh Al Ustadz Khidir bin Muhammad Sunusi dalam Tabligh Akbar di Sidrap, Sulawesi Selatan, 1 Maret 2009

Syarat Berjumpa dengan Allah dalam Keadaan Bahagia – disampaikan oleh Al Ustadz Khidir bin Muhammad Sunusi

Keutamaan Memurnikan Tauhid – disampaikan oleh Al Ustadz Khidir bin Muhammad Sunusi

Keutamaan Memurnikan Tauhid – Ustadz Khidir bin Muhammad Sunusi

 

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah, CD no. 53

Keimanan dan Kemunafikan dalam Perumpamaan AIR dan API – Ustadz Khidir bin Muhammad Sunusi

Kajian Hadits 1 – Mengenai Niat dan Ikhlas – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 2 – Bahaya Bid’ah (Cara/Perkara Baru Dalam Beribadah) – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 3 – Agama adalah Nasehat – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 4 – Ciri-ciri Penduduk Surga – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 5 – Agar Tetap Istiqomah di Jalan Yang Lurus – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 6 – Akhlak / Perangai Muslim dan Akhlak Orang-orang Munafik – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 7 – Berlindung dari Setan dan Tanda-tanda Lemahnya Iman – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 8 – Suratan Takdir – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Kajian Hadits 9 – Kewajiban Menyampaikan Nasihat/Dakwah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Sikap Terhadap Pemerintah, Adab Sebagai Rakyat, Kepemimpinan dalam Islam, Ciri-ciri Kepala Negara Ideal, dan Pemerintahan Islam, – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady, Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Memahami Arti Nikmat Ketika Mendapatkan Hidayah dan Taufik – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady, Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Meningkatkan Aqidah dan Makhluk-makhluk Allah yang bertasbih dan Mengenai Syafa’at – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady , Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Menjaga Kemurnian Tauhid Dalam Kehidupan Sehari2 – Larangan meminta-minta kepada selain Allah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady, Pengasuh Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Syarat Dalam Memahami Kalimat Tauhid, la ilaha illallah, disampaikan Al Ustadz Muhammad As Sewed

Keutamaan Sholat Berjama’ah, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Hukum Meninggalkan Shalat Wajib dan Sholat Berjama’ah, disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

Ketaatan Pada Penguasa (dan Tanya-Jawab), disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Beberapa Contoh Akhlak Nabi dan Cara Meneladaninya – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

Teladan Akhlak Nabi- 01- Larangan berlebihan dalam menyanjung Rasulullah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 02- Selalu Tampil Harum dan Keutamaan minyak wangi misk – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 03- Teladan Sifat Dermawan dan Shodaqoh tidaklah mengurangi harta – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 

 Teladan Akhlak Nabi- 04- Teladan Rendah Hati dan Tanda2 orang sombong – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 

Teladan Akhlak Nabi- 05- Sifat penyantun Rasulullah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 06- Mu’jizat Rasulullah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

  

Teladan Akhlak Nabi- 07- Sabar menghadapi gangguan – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 08. Sifat Nabi Lemah lembut, tidak mempersulit – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 09- Keberanian Rasulullah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 10- Kasih sayang Rasulullah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Teladan Akhlak Nabi- 11- Keadilan dan rasa malu – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suady – Pengajar pada Mahad Al Bayyinah, Sedayu, Gresik, Jawa Timur

 
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah

Keutamaan Ilmu dan Keutamaan Menuntut Ilmu (Kajian Kitab Shahih Bukhari), disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Adab Menyampaikan Ilmu dan Berdakwah (Kajian Kitab Shahih Bukhori), disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Pentingnya Menjaga Persaudaraan (Ukhuwah) Sesama Muslim – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Cara Menumbuhkan Sikap Sabar Dalam Diri Kita – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Cara Menumbuhkan Sikap Sabar Dalam Diri Kita – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

http://www.4shared.com/file/133261648/68f7ab67/Al-Ustadz_Ali_Basuki_-_Menggapai_Kesabaran.html

Sumber : www.problemamuslim.wordpress.com

Istiqomah Dalam Memberi Nasihat dan Berdakwah – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Tanggung Jawab Besar Para Pemuda Dalam Berdakwah – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Keutamaan Menuntut Ilmu – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Adab dan Akhak Bagi Seorang Penuntut Ilmu Dalam Mempelajari Agama – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Tanggung Jawab Seorang Kepala Rumah Tangga – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Rasa Aman dan Ketenangan Hidup Yang Hakiki Bagi Seorang Mukmin – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Keagungan Doa – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Memelihara Buah Hati (Anak) Sebagai Titipan Ilahi – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Kedudukan Mimpi Dalam Islam – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Pentingnya Keberadaan Rasa Cemburu dalam Bahtera Rumah Tangga Muslim – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Birrul Walidayin dan Bahaya Durhaka Kepada Orang Tua – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Kajian Tentang Berbakti Pada Orangtua (Birrul Walidayin) – Hijrah Bagi Seorang Muslim dan Keutamaan Memberi Salam – disampaikan oleh Al Ustadz Ali Basuki, Mesjid Fatahillah Depok

Hakikat Hidup, oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh – Jember

Memahami Hakikat Taqwa, oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh – Jember

Bertaubatlah Segera, Taubatan Nasuha dan Kisah Pertaubatan Ka’ab bin Malik – oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh – Jember

Sabar Menghadapi Ujian, oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh – Jember

Berilmu dan Beramal – Al Ustadz Luqman Baabduh – Jember

Memilih Sahabat Untuk Keselamatan Dunia dan Akhirat, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Adzan dan Iqomat Sesuai Syariat, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suadi

Berbagai Kendala Dalam Melakukan Dakwah Sunnah – disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Awas! Bahaya Lisan, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Awas! Bahaya lisan, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

http://www.4shared.com/file/129757876/f42013c6/Awas_Bahaya_lisan_disampaikan_oleh_Al_Ustadz_Agus_Suaidi.html

Sumber : Tasjilat Al-Bayyinah, CD 37

Berbagai Kesyirikan Dalam Kasus Bencana Lumpur Sidoarjo, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Berbagai Kesyirikan Dalam Kasus Bencana Lumpur Sidoarjo, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

http://www.4shared.com/file/129764280/c259fad4/Berbagai_Kesyirikan_Dalam_Kasus_Bencana_Lumpur_Sidoarjo_disampaikan_oleh_Al_Ustadz_Agus_Suaidi.html

Sumber : Tasjilat Al-Bayyinah, CD 37

Memahami Bahaya Tipuan Thaghut di masa kini, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Memahami Bahaya Tipuan Thaghut di masa kini, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

http://www.4shared.com/file/129767558/6ed6b5c0/Memahami_Bahaya_Tipuan_Thaghut_di_masa_kini_disampaikan_oleh_Al_Ustadz_Agus_Suaidi.html

Sumber : Tasjilat Al-Bayyinah, CD 37

Menyikapi Perang Teluk dan Palestina, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

Menyikapi Perang Teluk dan Palestina, disampaikan oleh Al Ustadz Agus Suaidi

http://www.4shared.com/file/129775046/1d78a56/Menyikapi_Perang_Teluk_dan_Palestina__disampaikan_oleh_Al_Ustadz_Agus_Suaidi.html

Sumber : Tasjilat Al-Bayyinah, CD 37

Ahlus Sunnah Yang Hakiki, dan Kewajiban Menuntut Ilmu, Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Membangun Semangat, Keutamaan Menuntut Ilmu dan Mendakwahkannya, Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Merebaknya kejahilan adalah satu tanda telah dekatnya hari kiamat, Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Perbandingan ilmu dunia dengan ilmu agama, Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Kajian Ilmu (Agama) Mengenai Tertib Pelaksanaan Ibadah Haji , Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Kajian Ilmu (Agama) Mengenai Akibat Memakai Sistem Demokrasi dan Hukum Klub Sepak bola, Kajian Hadits Shohih Bukhari, disampaikan oleh Al Ustadz Afifudin

Kiat-kiat Agar Istiqomah Dalam Belajar (Menuntut Ilmu), disampaikan oleh Al Ustdaz Abdurrahman Lombok

Belajar Agama Islam (Menuntut Ilmu) Sesuai Para Ulama Terdahulu (Manhaj Salaf), disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Ilmu Yang Paling Utama Dipelajari Setiap Muslim, Disampaikan oleh Al Ustadz Syarbini

Ilmu Yang Paling Utama Dipelajari Setiap Muslim, Disampaikan oleh Al Ustadz Syarbini

http://www.4shared.com/file/125860982/99963bef/Ilmu_Yang_Utama_Dipelajari__UstMuhSyarbini_.html

Semangat Para Ulama Dalam Menuntut Ilmu, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Mengenali Nama dan Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala (Tauhid Asma Wa Shifat), disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad As Sewed

Takdir dan Kewajiban Mengimaninya – disampaikan oleh Al Ustadz Jafar Shalih, di Masjid Falatehan Depok

Memurnikan Ibadah dan Memahami Sifat-sifat Allah – Bahasan Pertama, Kajian Kitab Lumatul Itiqod – oleh Ustadz Dzulqarnain

Nama dan Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala – Bahasan Kedua, Kajian Kitab Lumatul Itiqod – oleh Ustadz Dzulqarnain

Makna Keimanan – Bahasan Ketiga, Kajian Kitab Lumatul Itiqod – oleh Ustadz Dzulqarnain

Iman Kepada Akhirat dan Jalan Menuju Keselamatan – Bahasan Keempat, Kajian Kitab Lumatul Itiqod – oleh Ustadz Dzulqarnain

Prinsip-prinsip Penting Dalam Menjaga Kemurnian Aqidah Islam, Kajian Kitab Aqidah Thohawiyyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi, disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Faishal


1. Kajian Aqidah – Biografi Abu Ja’far Ath-Thahawi dan Kaidah Menuntut Ilmu – Ustadz Muhammad Faishal



02a. Kajian Aqidah – Mengenal ALLAH, Perkara yg Pertama, Ustadz Muhammad Faishal



02b. Kajian Aqidah – Mengenal ALLAH, Perkara yg Pertama, Ustadz Muhammad Faishal



02c. Kajian Aqidah – Mengenal ALLAH, Perkara yg Pertama, Ustadz Muhammad Faishal



03. Kajian Aqidah – ALLAH Berkehendak Atas Hamba-Nya, Ustadz Muhammad Faishal



04. Kajian Aqidah – Muhammad Adalah Hamba Terpilih, Manusia Terpandang & Rasul yg Diridhai – Ustadz Muhammad Faishal



05. Kajian Aqidah – Mengenal Al Quran Sebagai Perkataan ALLAH – Ustadz Muhammad Faishal



06. Kajian Aqidah – ALLAH Tidak Sama dengan Makhluq – Ustadz Muhammad Faishal



07. Kajian Aqidah – Akibat Buruk Mempelajari Ilmu yg Dilarang Agama – Ustadz Muhammad Faishal



08. Kajian Aqidah – Keimanan Terhadap Kisah Isra dan Mi’raj – Ustadz Muhammad Faishal



09. Kajian Aqidah – Perjanjian yg ALLAH Tetapkan Kepada Manusia – Ustadz Muhammad Faishal



10. Kajian Aqidah – ALLAH Mengetahui Jumlah Manusia yg Ke Syurga & Neraka – Ustadz Muhammad Faishal



11. Kajian Aqidah – Takdir Adalah Rahasia ALLAH – Ustadz Muhammad Faishal



12. Kajian Aqidah – Problema Terbesar Ummat Islam Adalah Masalah Takdir – Ustadz Muhammad Faishal



13. Kajian Aqidah – Beriman pada Catatan dan Pena mengenai Telah Ditulisnya Takdir – Ustadz Muhammad Faishal



14. Kajian Aqidah – Beriman ttg Adanya Arsy dan Kursi Allah – Ustadz Muhammad Faishal



15. Kajian Aqidah – Hakikat Ibrahim Sebagai Kekasih ALLAH, Musa Adalah yg Diajak Bicara oleh ALLAH – Ustadz Muhammad Faishal



16. Kajian Aqidah – Larangan Berdebat Tentang Al Quran – Ustadz Muhammad Faishal



17. Kajian Aqidah – Selalu Berharap Atas Ampunan ALLAH – Ustadz Muhammad Faishal



18. Kajian Aqidah – Rasa Aman dan Takut Ada Dalam Islam – Ustadz Muhammad Faishal



19. Kajian Aqidah – Makna Iman Dalam Agama – Ustadz Muhammad Faishal



20. Kajian Aqidah – Seluruh yang Datang Dari Rasul Adalah Haq (kebenaran) – Ustadz Muhammad Faishal



21. Kajian Aqidah – Yang Baik Dari ALLAH, yg Jelek Bukan Ditujukan Kepadamu – Ustadz Muhammad Faishal



22. Kajian Aqidah – Bolehnya Shalat Dibelakang Orang Baik Atau Jahat Selama Dia Muslim – Ustadz Muhammad Faishal



23. Kajian Aqidah – Tidak Boleh Memastikan Muslim Itu Calon Penghuni Syurga atau Neraka – Ustadz Muhammad Faishal



24. Kajian Aqidah – Larangan Memberontak Kepada Penguasa – Ustadz Muhammad Faishal



25. Kajian Aqidah – Dakwah Ahlussunnah Memelihara Aqidah – Ustadz Muhammad Faishal



26. Kajian Aqidah – Mengusap Dua Sepatu Saat Berwudhu sebagai contoh Ujian Bagi Keimanan – Ustadz Muhammad Faishal



27. Kajian Aqidah – Beriman Kepada Adanya Malaikat Pencatat Amal, Ustadz Muhammad Faishal



28. Kajian Aqidah – Beriman tentang Kebenaran Adanya Adzab Kubur, Ustadz Muhammad Faishal



29 . Kajian Aqidah – Beriman tentang Adanya Hari Kebangkitan, Ustadz Muhammad Faishal



30. Kajian Aqidah – Beriman bahwa Syurga dan Neraka Telah Ada Saat Ini, Ustadz Muhammad Faishal



31. Kajian Aqidah – Maksud dari Menjalankan Perintah (Bertaqwa) Sesuai Kemampuan, Ustadz Muhammad Faishal



32. Kajian Aqidah – Kemampuan Kita Atas Pertolongan ALLAH, Ustadz Muhammad Faishal



33. Kajian Aqidah – Bahwa Imu dan Shadaqah Bermanfaat Untuk Mayit, Ustadz Muhammad Faishal



34a. Kajian Aqidah – ALLAH Mengabulkan Do’a Hamba, Ustadz Muhammad Faishal



34b. Kajian Aqidah – ALLAH Mengabulkan Do’a Hamba - Ustadz Muhammad Faishal



35. Kajian Aqidah – Sifat ALLAH bisa Marah dan Ridha – Ustadz Muhammad Faishal



36. Kajian Aqidah – Tentang Kekhalifahan Abu Bakar – Ustadz Muhammad Faishal



37. Kajian Aqidah – Tentang Kekhalifahan Umar Bin Khatab – Ustadz Muhammad Faishal



38. Kajian Aqidah – Tentang Kekhalifahan Utsman Bin Affan dan Ali bin Abi Thalib – Ustadz Muhammad Fasihal



39. Kajian Akidah – Mengambil Hikmah dari Kebaikan Ulama Salaf Yang Terdahulu - Ustadz Muhammad Faishal



40. Kajian Aqidah – Wali ALLAH Tidak Lebih Utama Dari Nabi – Ustadz Muhammad Faishal



41. Kajian Aqidah – Apa Saja Tanda-tanda Hari Kiamat – Ustadz Muhammad Faishal



42. Kajian Aqidah – Dosa Paling Besar, Haramnya Perdukunan dan Peramalan - Ustadz Muhammad Faishal



43. Kajian Aqidah – Persatuan Adalah Haq, Perpecahan Adalah Penyimpangan - Ustadz Muhammad Faishal



44. Kajian Aqidah – Islam Agama ALLAH Di Bumi dan Langit – Ustadz Muhammad Faishal



45. Kajian Aqidah – Bab Penutup – Nasihat Agar Senantiasa Menjaga Aqidah – Ustadz Muhammad Faishal

 

 

Sumber : Tasjilat Al Madini (Aqidah Thahawiyyah, CD 3 jilid)

Tuntunan Sholat Sesuai Sifat Sholat Nabi, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi, Pimpinan Ma’had Assunah, Makassar.

Meneliti dan Memperbaiki Beberapa Kesalahan Dalam Cara Sholat, disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi, Pimpinan Ma’had Assunah, Makassar.

01. Kerangka Pembahasan Kesalahan Orang yang Shalat Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat,- oleh Ust Dzulqarnain

02. Kesalahan Cara Berpakaian dan Menutup Aurat – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

03. Kesalahan Masalah Tempat-tempat Shalat – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

04. Kesalahan Masalah Niat – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

05. Kesalahan Tidak Menggerakkan Lisan dalam Membaca Bacaan Shalat – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

06. Kesalahan Ketika Posisi Berdiri – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

07. Kesalahan Ketika Ruku’ dan I’tidal – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

08. Kesalahan Ketika Sujud – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

09. Tanya Jawab Seputar Pakaian sampai Sujud – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

10. Kesalahan Ketika Duduk Tasyahud dan Salam – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

11. Ketika I’tidal Posisi Tangan Sedekap atau Dijulurkan – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

12. Kesalahan Seputar Masjid dan Shalat Jamaah – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

13. Kesalahan dari Takbiratul Ihram sampai Salam – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

14. Kesalahan Seputar Shalat Jamaah – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

15. Kesalahan Setelah Melaksanakan Shalat – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

16. Tanya Jawab Semua Materi – Kajian Koreksi Beberapa Kesalahan Dalam Sholat, oleh Ust Dzulqarnain

Jagalah Dirimu dan Keluargamu Dari Api Neraka, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 1 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 2 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 3 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 4 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 5 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 6 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 7 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 8 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 9 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 10 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 11 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 12 : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Bagian 13 (terakhir) : Menyelami Keindahan Surga, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

sumber : Tasjilat Ibnul Qoyyim

Keutamaan Ayat Kursi, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Sholatlah Kalian Sebagaimana Nabi Sholat dan Doa – Dzikir setelah Sholat, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Tujuan Diciptakannya Manusia, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Mengapa Sangat Penting Menjaga Sunnah dan Bagaimana Caranya ?, disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Kajian Kitabut Tauhid, Faidah Menuntut Ilmu dan Pentingnya Mempelajari Kitabut Tauhid, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Kajian Kitabut Tauhid, Keutamaan Tauhid dan Kalimat Laailaaha illallah, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Kajian Kitabut Tauhid, Tentang Bahaya Besar dari Kesyirikan, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi , pengelola Ma’had Ibnul Qoyyim, Balik Papan, Kalimantan Timur

Menjaga Kemurnian Tauhid, disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Tentang Thoharoh (Cara Membersihkan / Mensucikan Fisik), Kajian Kitab Darorul Bahiyah, disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar.

1. Mengenal Imam Syaukani, penulis Kitab Darorul Bahiyah, Tentang Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat), ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

2. Memahami Jenis-jenis Air Suci (bagian 1), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

3. Memahami Jenis-jenis Air Suci (bagian 2), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

4. Memahami Jenis-jenis Najis (bagian 1), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

5. Memahami Jenis-jenis Najis (bagian 2), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

6. Mensucikan Benda Najis , Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

7. Tuntunan Membuang Hajat, Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

8. Kewajiban Berwudhu, Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

9. Tatacara Berwudhu, Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

10. Hal-hal Pembatal Wudhu, Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

11. Sebab-sebab Pentingnya Mandi (bagian 1), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

12. Sebab-sebab Pentingnya Mandi (bagian 2), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

13. Tentang Haidh dan Nifas (bagian 1), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar


14. Tentang Haidh dan Nifas (bagian 2), Salah Satu Bab Thoharoh (Cara Bersuci dan Syarat Sholat) dalam Kitab Darorul Bahiyah, ceramah disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

sumber : Tasjilat Al Madini

Tentang Syarat-syarat Sholat, Kajian Kitab Darorul Bahiyah, disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Baar

Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

Sumber : Tasjilat As-Salafy Jember

1. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

2. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

3. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

4. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

5. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

6. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

7. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

8. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

9. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

10. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

11. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

12. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

13. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

14. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

15. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

16. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

17. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

18. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

19. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

20. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

21. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

22. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

23. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

24. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

25. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

26. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

27. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

28. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

29. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

30. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

31. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

32. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

33. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

34. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

35. Pendalaman Ilmu Tauhid – Kajian Kitabut Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh)

Sumber : Tasjilat As-Salafy Jember

Cara Termudah dan Tercepat Mengatasi Kesulitan Hidup (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Sikap Para Shahabat Dalam Menyikapi Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Wasiat-wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Nasihat-nasihat Dalam Kehidupan – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

1. Tauhidkanlah Allah – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

2. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, bagian 1 – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

3. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, bagian 2 – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)


4. Kenalilah 10 Haq Allah dalam Al Qur’an
– Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

5. Wasiat-wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

6. Jangan Membunuh Anak-anakmu Karena Takut Miskin – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

7. Jangan Dekati Zina dan Makna Larangan Membunuh Jiwa Tanpa Hak – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

8. Ancaman Bagi Yang Memakan Harta Anak Yatim Secara Dzalim – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

9. Hakikat Sikap Adil Dalam Berdagang dan Dalam Menakar Timbangan – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

10. Perjanjian Allah Dengan Makhluknya – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

11. Makna Jalan Yang Lurus – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

12. Bantahan Terhadap Keyakinan Syiah Rafidhah – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

13. Bantahan Terhadap Firqah-firqah Sempalan – Fathul Majid 02 (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah, Fathul Majid 02, Ustadz Afifudin

Keutamaan-keutamaan Tauhid (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi) , Fathul Majid 03

Makna Kalimat Syahadat (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi) , Fathul Majid 03

Beriman Akan Surga dan Neraka (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi) , Fathul Majid 03

Agama Islam Adalah Agama Pertengahan, dan Penjelasan Penciptaan Nabi Isa as (disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi) Fathul Majid 03

Cara Mengingatkan Untuk Menjauhi Kemungkaran (Adab Nahi Munkar) (disampaikan Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Cara Mengingatkan Untuk Menjauhi Kemungkaran (Adab Nahi Munkar) (disampaikan Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah, Al Ustadz Aifudin, Al Adabul Mufrod 6, Bab ke-91, CD no. 52.

Mengenal Manhaj Salaf (disampaikan oleh Al Ustadz Usamah Faishal Mahri)

Pembatal-pembatal Keislaman (Kajian Kitab Nawqidhul Islam), disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Keutamaan dan Kiat-kiat Agar Istiqamah Di Atas Agama (disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Keutamaan dan Kiat-kiat Agar Istiqamah Di Atas Agama (disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah, Pembatal-pembatal Keislaman, Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Kembali Kepada Ulama Saat Menghadapi Berbagai Fitnah (disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kembali Kepada Ulama Saat Menghadapi Berbagai Fitnah (disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Sumber : Tasjilat Al Atsariyyah, Pembatal-pembatal Keislaman, Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Dakwah Salafiyah Dakwah Penuh Hikmah (disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Prinsip dan Karakter Ahlussunnah, disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok (Al Ustadz Abu Usamah Abdurahman bin Rawiyyah An-Nawawi)

Memahami Dakwah dan Prinsip Islam, disampaikan oleh Al Ustadz Abdurahman Lombok (Al Ustadz Abu Usamah Abdurahman bin Rawiyyah An-Nawawi)

Tanda-tanda kebahagiaan dunia dan akhirat (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Tanda-tanda kebahagiaan dunia dan akhirat (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Belajar Dari Kisah si Ghulam dan Raja yang Kufur (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Kisah si Ghulam dan Raja yang Kufur (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Hikmah dari Kisah Ghulam dan Raja yang Kufur, bagian ke-1 (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Hikmah dari Kisah Ghulam dan Raja yang Kufur, bagian ke-2 (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Keutamaan Dzikir (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Keutamaan Dzikir (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Pentingnya sifat ‘IFFAH (menjaga kehormatan diri) (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Pentingnya sifat ‘IFFAH (menjaga kehormatan diri) (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Wabah Penyakit (Tho’un) sebagai Takdir, Adzab, dan Rahmat (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Siapakah Wanita Hitam Calon Penghuni Surga (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Siapakah Wanita Hitam Calon Penghuni Surga (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Syarat-Syarat Bolehnya Wanita Melakukan Ziarah Kubur (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Syarat-Syarat Bolehnya Wanita Melakukan Ziarah Kubur (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

As Siyasah As Syar’iyyah dalam Dakwah (Siasat dalam Berdakwah) (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Air Mata Tangisan Pertanda Kelembutan (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Air Mata Tangisan Pertanda Kelembutan (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Tak Ada Seorang Manusiapun Yang Akan Masuk Surga Kecuali Karena Rahmat Allah Subhanu wa Ta’ala (disampaikan Al Ustadz Muhammad Afifudin As Sidawi)

Hakikat Sabar dan Kesabaran Para Nabi (Al Ustadz Agus Suaidi)

Makna Sabar (Al Ustadz Agus Suaidi)
sumber : Tasjilat Al Bayyinah, CD no. 58, Kajian Riyadhus Sholihin 02

Kesabaran Para Nabi dalam Berdakwah (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Sabar Menghadapi Ujian, Tanda Kecintaan Allah kepada Hamba (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Kesabaran Dalam Menghadapi Musibah Tanda Mendapatkan Kebaikan (disampaikan oleh Ust. Agus Suaidy)
Sumber : Tasjilat Al Bayyinah CD No. 58, Riyadhus Sholihin 02

Orang Paling Baik dan Orang Paling Buruk (Al Ustadz Muhammad Afifudin As-Sidawi)

Orang Paling Baik dan Orang Paling Buruk (Al Ustadz Muhammad Afifudin As-Sidawi)

Tidak Mendoakan Keburukan dan Memuliakan Wajah (Al Ustadz Muhammad Afifudin As-Sidawi)

Sumber : Tasjilat Al Bayyinah – Al Adabul Mufrod. Al Ustadz Afifudin As Sidawi, CD no. 52

Transkrip Keterangan Al-Ustadz Dzulqarnain Mengenai Hak Penggandaan CD / MP3

TRANSKRIP KETERANGAN Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Dalam Suatu Sesi Tanya-Jawab berkenaan dengan HAK PENGGANDAAN MATERI DAKWAH (rekaman asli bisa didengar di KLIK DISINI)

“…Kalau di tempat tersebut (di suatu wilayah tertentu, red) tidak memungkinkan mendapatkan CD asli nya, tidak apa-apa dia copy untuk keperluan dirinya sendiri. Sebab kalau kita larang, itu namanya menyembunyikan ilmu. Tapi kalau CD aslinya ada (dalam jangkauan kemampuan dimana seseorang mendatangi penjualnya, red) lalu dia men-copy nya, itu nama men dzholimi orang dan tidak dibenarkan oleh agama, karena kalau ada hak nya maka hak nya harus dijaga….”

Wallahu’alam

Adab Menuntut Ilmu (Bab F) – Adab Ke-7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 : Sikap dan Akhlak Seorang Yang Sedang Menuntut Ilmu (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid. Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

6.1. Adab ke – 7 a : Berhias Dg Kemilau Ilmu Syar’i (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.2. Adab ke – 7 b : Berhias Dg Kemilau Ilmu Syar’i (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.3. Adab ke – 8 a : Berhias Dengan Muru’ah / (Menjaga Harga Diri (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.4. Adab ke – 8 b : Berhias Dengan Muru’ah / Menjaga Harga Diri (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.5. Adab ke – 9 a : Bersenang-senang Dengan Sifat Kejantanan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.6. Adab ke – 9 b (dan 10 a) : Meninggalkan Kemewahan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.7. Adab ke 10 b : Meninggalkan Kemewahan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.8. Adab ke 10 c : Meninggalkan Kemewahan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.9. Adab ke – 11 : Berpaling dari Majelis Yang Sia-sia (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.10. Adab ke – 12 : Berpaling dari Kegaduhan dan Keributan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

F.11. Adab ke-13 : Berhias dengan Kelemah-lembutan (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

F.12. Adab ke-14 : Sikap Memperhatikan (Berpikir) (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

F.14. Pentingnya Kesabaran Dalam Menuntut Ilmu (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Adab Menuntut Ilmu (Bab E) – Adab Ke-5 dan Ke-6 : Sikap Hidup Seorang Penuntut Ilmu (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid.
Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

5.1. Adab ke-5 a : Membuang Rasa Sombong & Besar Diri (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

5.2. Adab ke-5 b : Membuang Rasa Sombong & Besar Diri (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

5.3. Adab ke-5 c : Membuang Rasa Sombong & Besar Diri (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.1. Adab ke-6 a : Bersikap Qona’ah dan Zuhud (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

6.2. Adab ke-6 b : Bersikap Qona’ah dan Zuhud (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

E.6. TANYA-JAWAB : Soal Adab ke-1 sampai Adab Ke-6 (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Adab Menuntut Ilmu (Bab D) – Adab Ke-2, Ke-3 dan Ke-4 : Pegangan Seorang Penuntut Ilmu (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid.
Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

4.1. Adab ke-2 a : Selalu Berada Diatas Jalan Salafus Sholih (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

4.2. Adab ke- 2 b : Selalu Berada Diatas Jalan Salafus Sholih (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

4.3. Adab ke-3 a : Selalu Merasa Takut Pada Allah (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

4.4. Adab ke-3 b : Selalu Merasa Takut Pada Allah (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

4.5. Adab ke-4 : Selalu Merasa Diawasi Oleh Allah (Al Ustadz Abdul Mu’thi) —- segera di upload, insya Allah

Profil Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh

Profil Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh

Nama lengkap beliau adalah Luqman bin Muhammad Ba’abduh. Dilahirkan di Kota Bondowoso Jawa Timur pada tanggal 13 Mei tahun 1971

Pada awal tahun 1994, Allah Subhanahu Wata’ala memberi kemudahan untuk berangkat ke Negeri Yaman —negeri yang sekaligus tempat kakek-kakeknya berada— untuk menuntut ilmu kepada salah seorang Muhaddits besar abad ini, yaitu Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Al Hamdani rahimahullah. Jika dulu di zaman tabi’it tabi’in, dinyatakan tentang Al Imam ‘Abdurrazzaq bin Hammam Ash Shan’ani rahimahullah –salah seorang ‘ulama besar dari Negeri Yaman pada masa itu–: “Tidak ada seorang ‘ulama pun yang paling banyak didatangi oleh para thullabul ‘ilmi (penuntut ilmu syar’i) dibandingkan ‘Abdurrazzaq bin Hammam.” Maka di abad ini, kita bisa menyatakan bahwa: “Tidak ada seorang ‘ulama pun yang paling banyak didatangi oleh para thullabul ‘ilmi (penuntut ilmu syar’i) dari manca negara dibandingkan Asy Syaikh Muqbil rahimahullah.”

Asy Syaikh Muqbil rahimahullah adalah salah seorang ‘ulama besar ahlus sunnah di zaman ini yang dengan tegas menghidupkan dan mengibarkan bendera sunnah. Beliau gigih membela sunnah dan membantah bid’ah dan ahlul bid’ah. Dengan tegas dan terang-terangan, beliau menghidupkan kembali manhaj ahlus sunnah wal jama’ah dan menda’wahkannya. Sehingga hal ini benar-benar membuat marah dan jengkel musuh-musuh Ahlu Sunnah. Baik dari kalangan syi’ah rafidhah, thariqat-thariqhat shufiyyyah, ikhwanul muslimin, jama’ah takfir, dan lain-lain.

Penulis mengambil ilmu dari Asy Syaikh Muqbil rahimahullah dalam berbagai disiplin ilmu, antara lain:

  • Shahih Muslim
  • Shahih Al Bukhari
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Al Mustadrak karya Al Imam Al Hakim
  • Ash Shahihul Musnad Mimma laisa fish Shahihain karya Asy Syaikh Muqbil
  • Al Jami’ush Shahih Mimma laisa fish Shahihain karya Asy Syaikh Muqbil
  • Ash Shahihul Musnad min Asbabin Nuzul karya Asy Syaikh Muqbil
  • Ash Shahihul Musnad min Dala-ilin Nubuwwah karya Asy Syaikh Muqbil
  • Ash Shahihul Musnad fil Qadar karya Asy Syaikh Muqbil
  • Gharatul Fishal ‘alal Mu’tadin ‘ala Kutubil ‘Ilal karya Asy Syaikh Muqbil
  • Dzammul Mas-alah karya Asy Syaikh Muqbil
  • Ahaditsul Mu’allah
  • Zhahiruha Ash Shihhah karya Asy Syaikh Muqbil

 

Di antara faedah ilmiah yang penulis dapatkan dari Asy Syaikh Muqbil adalah sikap antipati yang sangat besar terhadap para teroris dan terorisme. Asy Syaikh Muqbil terkenal sebagai ‘ulama yang sangat banyak dan keras bantahannya terhadap teroris-khawarij, baik melalui lisan atau pun karya-karya tulisnya.  Sehingga kaum teroris-khawarij sangat benci kepada beliau, bahkan mereka telah berusaha sekian kali untuk membunuh atau mencelakakan beliau dan murid-muridnya. Hal ini semua sangat mempengaruhi penulis dalam menjalankan aktivitas da’wah ahlus sunnah dan sikap antipatinya terhadap khawarij dan ahlul batil yang lainnya.

Di samping belajar, sejak 1998 penulis juga mengajarkan beberapa disiplin ilmu kepada kaum muslimin di negeri Yaman, antara lain dalam bidang aqidah: Kitab Al ‘Aqidah Al Washithiyyah, Al Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid; dalam bidang Nahwu : Kitab At Tuhfatus Saniyyah.

Penulis kembali ke Indonesia akhir tahun 2000, setelah keberangkatan Asy Syaikh Muqbil ke Saudi ‘Arabia untuk berobat dari penyakitnya, yang ternyata tidak lama setelah itu beliau rahimahullah wafat di Bumi Al Haramain.

Aktivitas di Indonesia

Sebagai seorang da’i ahlus sunnah, yang dididik oleh ‘ulama besar ahlus sunnah, maka penulis pun bertekad untuk menghidupkan dan menda’wahkan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Indonesia. Sebuah aqidah yang telah digariskan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam serta direkomendasi oleh beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai satu-satunya aqidah yang haq dan selamat dari kesesatan dan perpecahan.

Aktivitas keseharian penulis tidak keluar dari tugas dan misi besar tersebut, antara lain:

  1. Sebagai Pengasuh Ma’had As Salafy di Jember. Semenjak pertama kali dibuka pada tahun 2002, ratusan thullabul ‘ilmi datang dari berbagai kota untuk menuntut ilmu. Di Ma’had tersebut diajarkan berbagai disiplin ilmu, baik dalam bidang aqidah, fiqh, Al Qur’an dan tafsir, hadits, bahasa arab, akhlaq, dan lain-lain.
  2. Tahun 2002, bersama dengan Al Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed, penulis dipercaya sebagai penasehat redaksi Majalah Asy Syari’ah. Dengan taufiq dan kemudahan dari Allah, majalah Asy Syari’ah tersebar dengan luas di tengah-tengah muslimin di Indonesia dan mendapat respon yang positif. Majalah ini menjelaskan kepada umat tentang aqidah dan prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, disamping juga membantah berbagai kebatilan dan kedustaan para pembawa kebatilan yang hendak merongrong dan menodai kemurnian dienul Islam.
  3. Ceramah dan ta’lim di berbagai kota di Nusantara, baik berupa Daurah (kajian internsif temporal), kajian rutin, ceramah umum, dan lain-lain.
  4. Menulis dan menerjemahkan buku.

sumber Sekunder : http://ghuroba.blogsome.com/2008/07/05/al-ustadz-luqman-bin-muhammad-baabduh/
(dari sumber primer http://www.merekaadalahteroris.com)

Adab Menuntut Ilmu (Bab C) – Adab Ke-1 : Menuntut Ilmu Termasuk Ibadah (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid.
Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

3.1. Adab ke- 1 a : Ilmu itu Ibadah dan Pentingnya Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

3.2. Adab ke- 1 b : Ilmu itu Ibadah dan Pentingnya Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

3.3. Adab ke- 1 c : Ilmu itu Ibadah dan Pentingnya Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

3.4. Adab ke-1 d Ilmu itu Ibadah Mengikuti Sunnah Rasulullah (Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Adab Menuntut Ilmu (Bab B) – Profil Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid, Biografi Penulis Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid.
Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

Keterangan Mengenai Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid, Penulis Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Ust. Abdul Mu’thi)

Adab Menuntut Ilmu (Bab A) – Pendahuluan, Kebangkitan Ilmiah yang Perlu Diketahui Setiap Penuntut Ilmi (disampaikan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian dari rangkaian kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi (Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu), karangan Asy-Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid.
Walaupun berupa rangkaian bersambung, namun insya Allah tetap mudah dipahami bila dipilih secara acak sesuai selera dan tujuan.
Bila ingin mengumpulkan seluruh Bab yang ada pada kajian ini maka silahkan klik pilihan berdasarkan Kategori Nama ‘ Al Ustadz Abdul Mu’thi ’ pada kolom menu sebelah kanan, lalu cari keseluruhan Bab yaitu dari Bab A hingga seterusnya.
Sumber : Tasjilat Al Madini – Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Hilyah Thalibul ‘Ilmi, Syaikh Bakr Abdillah Abu Zaid) Jilid 1- 5

1.a. Pendahuluan Kebangkitan Ilmiyah – Kajian Hilyah Thalibul Ilmi (Ust. Abdul Mu’thi)

1.b. Pendahuluan Kebangkitan Ilmiyah – Kajian Hilyah Thalibul Ilmi (Ust. Abdul Mu’thi)

1.c. Pendahuluan Kebangkitan Ilmiyah – Kajian Hilyah Thalibul Ilmi (Ust. Abdul Mu’thi)

Kajian ini merupakan sebagian jilid/judul dari induk bahasan yang berjudul Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi). Bila ingin melihat keseluruhan judul yang ada dalam induk bahasannya, maka silahkan pilih/klik Kategori Nama Ustadz/Nara Sumber yaitu Al Ustadz Abdul Mu’thi, lantas cari judul induk bahasan yang berjudul Perhiasan Dalam Menuntut Ilmu (Kajian Kitab Hilyah Thalibul Ilmi).

Kajian Kitab Tauhid 5 – Syarat dan Sifat Orang Yang Menjaga Kemurnian Tauhid (Ust.Afifudin As Sidawi)

Kajian Kitab Tauhid 4 – Jaminan dan Keamanan Bagi Orang-orang Yang Menjaga Kemurnian Tauhidnya (Ust.Afifudin As Sidawi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 7 – Bahasan Lain dan Bab Penutup & Tanya-Jawab (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 6 – Keimanan & Hidayah (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 5 – Syafaat Rasulullah dan Keberadaan Surga & Neraka (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 4 – Dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala ? (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 3 – Al Qur’an adalah Kalam Allah, Bukan Makhluk (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Profil Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Profil Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

(Ditulis oleh Abu Yahya Muhammad Syarif pertama kali pada 28 Jumadits Tsani 1429 Hijriyah/2 Juli 2008 dan direvisi terbaru 18 Muharram 1430 Hijriyah/15 Januari 2008)

Pengantar

Ketika sesi tanya jawab dalam Dauroh di Masjid Fatahillah Depok tanggal 24 Jumadil Ula 1429 H (30 Mei 2008) ada hadirin yang meminta Al Ustadz Dzulqarnain untuk menceritakan biografi beliau supaya dapat mengambil ibrah dalam menuntut ilmu. Namun beliau menganjurkan untuk membaca biografi ulama seperti Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, dan lain-lain.

Beberapa waktu yang lalu pun ada komentar yang masuk ke kotak saran www.tasjilat.wordpress.com yang meminta kami memuat biografi para ustadz. Guna memenuhi keinginan tersebut, maka kami selaku pengelola Tasjilat Al Atsariyyah berusaha menulis profil singkat Al Ustadz Dzulqarnain berdasarkan informasi dan arsip data yang kami miliki.

Kami sampaikan bahwa profil ini tidak bermaksud untuk mengkultuskan atau berlebihan (ghuluw) kepada seorang ustadz karena ustadz secara pribadi tidaklah ma’shum (terjaga dari segala dosa). Taqlid (pengekor buta) serta ta’ash-shub (fanatisme buta) adalah perbuatan tercela, namun meneladani orang yang berilmu dalam perkara yang mencocoki Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih adalah perbuatan yang baik.

Pada akhir tulisan ini kami akan menyebutkan narasumber dan arsip data autentik penulisan profil. Jika ada informasi tambahan, saran, atau kritik yang membangun insya Allah akan kami tindak lanjuti sebagaimanamestinya.

Pengalaman Menuntut Ilmu

Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al Atsari—semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu menjaga beliau dan kita semua—lahir di kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, negara Indonesia. Kunyah (nama panggilan/gelar) beliau adalah Abu Muhammad. Permulaan menuntut ilmu agama dan mengenal dakwah Salafiyah diawali ketika menginjak usia remaja di Makassar, beliau belajar bahasa Arab kepada Al Ustadz Khidhir (atau biasa dipanggil dengan nama Al Ustadz Khaidir) yang merupakan kakak kandung beliau. Beliau pernah pula belajar sebentar di Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’us Sunnah, Degolan, Yogyakarta.

Sekitar tahun 1995 Al Ustadz Dzulqarnain berangkat ke Ma’had Darul Hadits, Dammaj, Yaman guna menuntut ilmu kepada Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah. Saat itu belum banyak santri Tadribud Du’at Ponpes Ihya’us Sunnah yang mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Ma’had Yaman tersebut.

Tahun 2004—dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala—beliau pergi ke Saudi Arabia guna belajar kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah (mantan dosen Universitas Islam Madinah). Tahun 2005 belajar kepada Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah (Mufti Saudi Arabia Bagian Selatan). Di antara tahun 2006 – 2008 belajar kepada Syaikh Shalih bin ‘Abdillah bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah (anggota Hai’at Kibarul ‘Ulama Saudi Arabia). Guru beliau lainnya adalah Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah yang pernah memberikan ceramah via telepon di Makassar tahun 2002.

Di antara pengalaman beliau duduk bersama Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah sebagaimana diungkapkan dalam dauroh di Jakarta, 1 Dzulhijjah 1429 H, “Kadang Syaikh Rabi’ digambarkan oleh sebagian pengikut ahlus sunnah dan juga al hizbiyyun—orang-orang yang tidak senang kepada sunnah—sebagai orang yang keras dan kasar. Dan ini penggambaran yang salah. Orang yang duduk bersama beliau (walaupun) satu kali saja akan melihat akhlaq beliau yang sangat mulia. Dan di banyak permasalahan, sebagian masyaikh sudah berbicara dalam masalah tersebut, telah menjatuhkan vonis hukum. (Namun) Beliau masih tetap menunggu, masih melihat keadaan, masih memberikan pertimbangan, dan masih memberikan nasihat.”

Al Ustadz Dzulqarnain—semoga Allah ‘azza wa jalla memanjangkan umurnya—telah Allah subhanahu wa ta’ala mudahkan untuk menghafal Al Qur’an dengan metode qira’at (bacaan) Hafsh ‘an ‘Ashim yang sanad riwayatnya sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (melalui jalan Asy Syatibiyyah dan Thayyibah An Nasyr).

Para Ulama Guru-guru Beliau

Daftar para ulama yang beliau pernah menimba ilmu kepadanya antara lain:

1. Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah

Beliau adalah ahli hadits negeri Yaman, wafat 29 Rabi’ul Akhir 1422 H/21 Juli 2001.

2. Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkhali hafizhahullah

Beliau adalah mantan dosen Universitas Islam Madinah, mukim di Makkah yang oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dikatakan sebagai “pembawa bendera Al Jarh wat Ta’dil di zaman ini”.

3. Asy Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An Najmi rahimahullah

Beliau adalah ahli hadits, Mufti Saudi Arabia Bagian Selatan, wafat 19 Rajab 1429 H/23 Juli 2008.

4. Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhahullah

Beliau adalah anggota Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al I’lmiyyah wal Ifta’ (Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Fatwa) dan Hai’ah Kibarul ‘Ulama (Badan Ulama Besar) Saudi Arabia, serta Imam dan khatib Masjid Raya Emir Mut’ib bin Abdul Aziz di Riyadh.

5. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah

Beliau adalah ulama Madinah.

6. Asy Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman Al Jabiri hafizhahullah

Beliau adalah ulama Madinah, mantan dosen Universitas Islam Madinah.

7. Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Hamd Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullah

Beliau adalah ahli hadits, wakil ketua Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi.

Kiprah Dakwah

Sekembalinya ke Indonesia dari menimba ilmu di Ma’had Darul Hadits, Dammaj, Yaman tahun 1999, Al Ustadz Dzulqarnain sempat memberikan pelajaran di Ponpes Ihya’us Sunnah Yogyakarta dan menjadi anggota staf redaksi majalah SALAFY yang berpusat di Yogyakarta.

Pada tahun 2000 bersama para da’i alumnus Ma’had Darul Hadits Yaman dan Universitas Islam Madinah, seperti Al Ustadz Khidhir, Al Ustadz Mustamin bin Musaruddin, Lc, Al Ustadz Luqman Jamal, Lc, beliau mendirikan Ma’had As Sunnah Makassar. Cukup banyak alumnus yang dihasilkan dari program pendidikan pondok pesantren ini dan turut berperan aktif berdakwah, di antaranya adalah Al Ustadz Hammad bin ‘Amr Abu Mu’awiyah (penanggung jawab website al-atsariyyah.com).

Tahun 2001 Ma’had As Sunnah Makassar menerbitkan majalah An-Nashihah secara berkala sampai sekarang. Dalam keredaksian, beliau bertindak sebagai pemimpin umum. Majalah An-Nashihah merupakan risalah ilmiah yang membahas permasalahan agama dengan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih. Ciri khas majalah ini adalah adanya rubrik “Masalah Anda” yakni pertanyaan dari para pembaca yang dijawab langsung oleh para ulama secara tertulis sejak terbitan volume 09 Tahun 1/1426 H/2005 M.

Al Ustadz Dzulqarnain mempunyai banyak pelajaran yang sebagiannya terekam dalam bentuk kaset tape dan CD audio MP3, yang dikelola oleh Tasjilat As Sunnah Makassar, Tasjilat Al Atsariyyah Samarinda, dan Tasjilat Al Madinah Solo. Beliau sering diundang untuk mengadakan kajian intensif (dauroh) baik di Makassar maupun daerah lain di Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Batam, dan lain-lain.

Seruan dakwah Al Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah adalah dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah—sebagaimana yang beliau ajarkan (disarikan dari CD-05 Tasjilat Al Atsariyyah)—yakni dakwah yang mempunyai karakteristik:

1. Aqidah, manhaj, ibadah, muamalah dan semua perkara dakwah bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman salafush shalih.

2. Mengikuti jalannya generasi terbaik umat Islam.

3. Berhujjah dengan hadits shahih baik mutawatir maupun ahad.

4. Menyeru persatuan dan melarang perpecahan.

5. Menyeru kepada ittiba’ (mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) dan melarang dari ibtida’ (membuat perkara baru dalam agama).

6. Berterus terang dalam menyampaikan kebenaran.

7. Tegak dalam amar ma’ruf nahi munkar.

8. Dibangun di atas keadilan, inshof, dan tatsabbut (meneliti akurasi/kebenaran berita).

9. Menyeru untuk merujuk kepada ulama dalam perkara kontemporer.

10. Memulai dengan yang paling penting kemudian yang paling penting setelahnya.

11. Berada di pertengahan antara kelompok yang ekstrem (ifrath) dan dan yang menyepelekan (tafrith) dalam masalah nama dan sifat Allah ‘azza wa jalla, karomah wali, politik, akal, penegakan syariat, dan bai’at.

12. Meyakini bahwa kaum muslimin bisa baik dengan dua perkara, yakni ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

13. Tegak di atas tashfiyah (pembersihan masalah agama dari penyimpangan dan kesesatan) dan tarbiyah (pengajaran kepada umat).

14. Menyeru untuk berakhlaq mulia.

15. Mengumpulkan dalil dari seluruh sudut-sudutnya baru membuat kesimpulan.

16. Menerapkan hikmah dalam berdakwah, yang asalnya adalah dengan lemah-lembut.

16. Melarang taqlid (ikut-ikutan tanpa hujjah) dalam agama dan ta’ash-shub (fanatisme buta)

Ciri pelajaran yang disampaikan Al Ustadz Dzulqarnain adalah penanaman aqidah yang kuat, kedalaman ilmu, kedetailan pembahasan, bersikap adil dan pertengahan, serta penjagaan terhadap hikmah dakwah. Hal ini bisa dibuktikan oleh setiap orang yang pernah bermajelis dengan beliau ataupun yang pernah mendengarkan rekaman pelajaran beliau.

Sejak awal tahun 1430 H setiap kajian/ceramah Al Ustadz Dzulqarnain di daerah mana pun di Indonesia dan di Saudi Arabia bisa didengarkan secara langsung oleh pengguna internet dengan dipasangnya fasilitas radio An-Nashihah.net. Mulai akhir tahun 1429 H beliau menyediakan ruang bagi kaum muslimin di mana pun berada untuk berkonsultasi atau bertanya masalah agama dengan mengirimkan pesan ke mailing list (milis) An-Nashihah di group yahoo.

Karya Tulis dalam Bentuk Buku

Karya tulis Al Ustadz Dzulqarnain dalam bentuk buku yaitu:

1. Panduan Puasa Ramadhan di Bawah Naungan Al Qur’an dan As Sunnah, diterbitkan pertama kali pada Sya’ban 1421 H/November 2000 oleh Pustaka Al Haura’ Yogyakarta (ukuran 11,5 X 18,5 cm; tebal 72 halaman), kemudian edisi revisi diterbitkan pada Sya’ban 1426/September 2005 oleh Pustaka As Sunnah Makassar (ukuran 12 X 18,5 cm; tebal 104 halaman).

2. Indahnya Sholat Malam; Tuntunan Qiyamul Lail dan Sholat Tarawih, cetakan pertama Sya’ban 1427 H/September 2006, ukuran 12 X 18 cm, tebal 116 halaman, penerbit Pustaka As Sunnah Makassar.

3. Meraih Kemuliaan Melalui Jihad… Bukan Kenistaan, cetakan pertama Sya’ban 1427 H/Agustus 2006, ukuran 16,5 X 24,5 cm, tebal 440 halaman, penerbit Pustaka As Sunnah Makassar.

Karya Tulis dalam Bentuk Artikel Majalah

Karya tulis Al Ustadz Dzulqarnain dalam bentuk artikel di majalah (diurutkan menurut tanggal terbit) antara lain:

1. Mukjizat Terbelahnya Bulan, dimuat di majalah SALAFY edisi XXIV/1418/1998 halaman 32-36. (Pada catatan kaki artikel ini tertulis: “Penulis adalah thalibul ‘ilmi (orang yang sedang menuntut ilmu) asal Ujung Pandang. Kini sedang belajar pada Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i di Ma’had Darul Hadits, Dammaj, Yaman. Tulisan aslinya berbahasa Arab dan dialihbahasakan oleh Azhari Asri”)

2. Jihad Menurut Timbangan Ahlussunnah wal Jama’ah, dimuat di majalah SALAFY edisi 34/1421 H/2000 M halaman 11-14.

3. Ahkamul Jihad, dimuat di majalah SALAFY edisi 34/1421 H/2000 M halaman 15-24.

4. Qunut Nazilah Senjata Orang Beriman, dimuat di majalah SALAFY edisi 34/1421 H/2000 M halaman 39-44.

5. Ahkamul Jihad: Mengangkat Pemimpin dalam Jihad, dimuat di majalah SALAFY edisi 35/1421 H/2000 M halaman 36-42.

6. Hukum Terhadap Intelijen, dimuat di majalah SALAFY edisi 37/1421 H/2000 M halaman 11-14.

7. Posisi Masbuk dan Hukum Sholat di Belakang Ahlul Bid’ah, dimuat di majalah An Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 2-7.

8. Doa Sujud Tilawah dan Sujud Sahwi, dimuat di majalah An Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 7-9.

9. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Siapakah Mereka?, dimuat di majalah An Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 10-18.

10. Menggerakkan Jari Telunjuk ketika Tasyahud, dimuat di majalah An Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 27-39.

11. Siapakah Mahrammu?, dimuat di majalah An Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 51-56.

12. Tinja dan Kencing, Najiskah?, dimuat di majalah An Nashihah volume 02 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 2-4.

13. Hakikat Dakwah Salafiyah, dimuat di majalah An Nashihah volume 02 Tahun 1/1422 H/2001 M halaman 5-14.

14. Fatwa Para Ulama Besar Menyikapi Terorisme, dimuat di majalah An Nashihah volume 03 Tahun 1/1422 H/2002 M halaman 2-20. (Artikel ini disusun sebagai bantahan ilmiah terhadap Ja’far Umar Thalib selaku Panglima Laskar Jihad saat itu yang mendukung peledakan gedung WTC di Amerika Serikat)

15. Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah, dimuat di majalah An Nashihah volume 03 Tahun 1/1422 H/2002 M halaman 21-34.

16. Hukum Qunut Subuh, dimuat di majalah An Nashihah volume 03 Tahun 1/1422 H/2002 M halaman 59-64.

17. Haruskah Orang yang Khutbah yang Menjadi Imam?, dimuat di majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M halaman 4-5.

18. Hadits Bithoqoh (Kartu), dimuat di majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M halaman 6-8.

19. Seputar Air Madzi, dimuat di majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M halaman 9.

20. Dokter Praktek, dimuat di majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M halaman 10.

21. Ikhtilath ketika Bekerja, dimuat di majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M halaman 11-12.

22. Hukum Nikah dalam Keadaan Hamil, dimuat di majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 2-6.

23. Bacaan Dzikir Setelah Sholat, dimuat di majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 10-12.

24. Seputar Sholat Tarawih, dimuat di majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 13.

25. Lutut atau Tangankah yang Lebh Dulu Menyentuh Bumi ketika Sujud?, dimuat di majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 49-52.

26. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Pertama), dimuat di majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 53-57.

27. Melihat Allah dalam Mimpi, Mungkinkah?, dimuat di majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 2-4.

28. Cara Sholat Taubat, dimuat di majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 5-6.

29. Studi Syar’i tentang Beberapa Muamalat Kekinian, dimuat di majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 35-48.

30. Hadits-hadits Seputar Keutamaan Surat Yasin, dimuat di majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 49-59.

31. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Kedua), dimuat di majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M halaman 60-67.

32. Mengambil Manfaat dari Sawah yang Digadaikan, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 2-3.

33. Beberapa Masalah Berkaitan dengan Sholat Berjama’ah, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 3-5.

34. Derajat Hadits Jihad Paling Besar adalah Melawan Hawa Nafsu, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 5.

35. Kiat-kiat Menyambut Bulan Ramadhan yang Sarat Keutamaan, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 13-18.

36. Panduan Puasa Ramadhan di Bawah Naungan Al Qur’an dan As Sunnah, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 24-37.

37. Tuntunan Qiyamul Lail dan Sholat Tarawih, dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 38-53.

38. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Ketiga), dimuat di majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M halaman 59-64.

39. Studi Syar’i tentang Beberapa Muamalat Kekinian: Jual Beli dengan Cara Kredit, dimuat di majalah An Nashihah volume 08 Tahun 1/1425 H/2005 M halaman 40-49.

40. Hukum Menjaharkan Basmalah dalam Sholat Jahriyah, dimuat di majalah An Nashihah volume 08 Tahun 1/1425 H/2005 M halaman 50-52.

41. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Keempat), dimuat di majalah An Nashihah volume 08 Tahun 1/1425 H/2005 M halaman 53-57.

42. Studi Syar’i tentang Beberapa Muamalat Kekinian: Beberapa Hukum Berkaitan dengan Undian, dimuat di majalah An Nashihah volume 09 Tahun 1/1426 H/2005 M halaman 39-40.

43. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Kelima), dimuat di majalah An Nashihah volume 09 Tahun 1/1426 H/2005 M halaman 54-59.

44. Terorisme, Bahaya dan Solusinya, dimuat di majalah An Nashihah volume 10 Tahun 1/1427 H/2006 M halaman 17-33.

45. Mengenal Kesyirikan, Bahaya dan Bentuk-bentuknya (Bagian Pertama), dimuat di majalah An Nashihah volume 10 Tahun 1/1427 H/2006 M halaman 34-42.

46. Mengenal Kesyirikan, Bahaya dan Bentuk-bentuknya (Bagian Kedua), dimuat di majalah An Nashihah volume 11 Tahun 1/1427 H/2006 M halaman 33-35.

47. Hadits-hadits Seputar Bulan Sya’ban, dimuat di majalah An Nashihah volume 11 Tahun 1/1427 H/2006 M halaman 46-52.

48. Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam (Bagian Keenam), dimuat di majalah An Nashihah volume 11 Tahun 1/1427 H/2006 M halaman 53-58.

49. Hadits Doa di Padang Arafah, dimuat di majalah As Salaam No. IV Tahun II 2006 M/1426 H halaman 37-40.

50. Etika Syar’i bagi Perempuan dalam Menuntut Ilmu, dimuat di majalah An Nashihah volume 12 Tahun 1428 H/2007 M halaman 39-44.

51. Pentingnya Mengenal Al Asma’ Al Husna, dimuat di majalah An Nashihah volume 12 Tahun 1428 H/2007 M halaman 45-50.

52. Anjuran untuk Berdzikir dan Keutamaannya, dimuat di majalah An Nashihah volume 12 Tahun 1428 H/2007 M halaman 57-61.

53. Beberapa Kaidah Mengenal Al Asma’ Al Husna, dimuat di majalah An Nashihah volume 13 Tahun 1429 H/2008 M halaman 33-38.

54. Beberapa Hukum Seputar Ihdad, dimuat di majalah An Nashihah volume 13 Tahun 1429 H/2008 M halaman 55-62.

55. Hukum Multi Level Marketing, dimuat di majalah An Nashihah volume 13 Tahun 1429 H/2008 M halaman 12-14.

56. Tuntunan Praktis dalam Berqurban, dimuat di majalah An Nashihah volume 14 Tahun 1429 H/2008 M halaman 27-34.

57. Beberapa Hadits Berkaitan dengan Sepuluh hari Dzulhijjah dan Hari-hari Tasyriq, dimuat di majalah An Nashihah volume 14 Tahun 1429 H/2008 M halaman 35-44.

58. Agar Anda Terhindari dari Musibah, dimuat di majalah An Nashihah volume 14 Tahun 1429 H/2008 M halaman 45-48.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjaga beliau dan kita semua untuk terus di atas al haq. Semoga Allah melimpahkan hidayah dan kemudahan kepada beliau untuk selalu menuntut ilmu kepada para ulama dan Allah mudahkan untuk menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi umat. Semoga belia mendapatkan balasan yang baik dari Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan Doa.

***

Narasumber Penulisan Profil Ini:

1. Imam Dainuri (agen Majalah SALAFY tahun 1996 – 2000, agen Majalah An-Nashihah sampai sekarang)

2. Fauzan Kutai (ipar penulis, alumnus Ma’had As Sunnah Makassar, staf pengajar di Ma’had Tahfizh Al Qur’an As Sunnah Lil Banin di Parappa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan)

3. Adnan Sauddin (webmaster an-nashihah.com dan an-nashihah.net)

4. Ummu Yahya Al Atsariyyah (istri penulis, pernah santri di Ma’had As Sunnah Makassar)

5. Beberapa ikhwah lainnya

Sumber Arsip Data Autentik Penulisan Profil Ini:

1. Buku “Meraih Kemuliaan Melalui Jihad… Bukan Kenistaan” yang di dalamnya memuat nama 4 guru dari Al Ustadz Dzulqarnain yakni Syaikh Muqbil, Syaikh Rabi’, Syaikh Ahmad An Najmi, dan Syaikh Shalih Al Fauzan

2. Rekaman kajian “Terorisme dalam Pandangan Islam” di Makassar yang terdapat ceramah langsung via telepon dengan Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkhali

3. CD-49 Tasjilat Al Atsariyyah berjudul “Ketentuan dan Aturan Seputar Masalah Tahdzir, Tabdi, dan Hajr (rekaman dauroh Jakarta 29 November 2008) yang menyebutkan nama guru Al Ustadz Dzulqarnain yang lain yakni Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri serta meluruskan sangkaan keliru terhadap Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah

4. Mailing list (milis) An-Nashihah di group yahoo pada message (pesan) berjudul “Tanya: Apakah Dalil Merapatkan Tumit Ketika Sujud?” yang menyebutkan Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad sebagai salah satu guru dari Al Ustadz Dzulqarnain

5. CD-08 Tasjilat Al Atsariyyah berjudul “Membongkar Kesesatan LDII (Islam Jama’ah’Lemkari) yang menyebutkan durasi belajar Al Ustadz Dzulqarnain di Yaman adalah 4 tahun.

6. Website almakassari.com pada artikel berjudul “Penerimaan Santri Baru Ma’had As-Sunnah Makassar Tahun Ajaran 1429-1430” yang menyebutkan fasilitas tambahan: Bagi santri yang hafal Al-Qur’an dapat men-tasmi’ Al-Qur’an dari riwayat Hafsh Dari ‘Ashim (melalui jalan Asy-Syatibiyyah dan Thayyibah An-Nasyr)

7. Website almakassari.com pada artikel berjudul “Profil Ma’had As-Sunnah Makassar” yang menceritakan sejarah berdirinya Ma’had As-Sunnah Makassar

8. CD-05 Tasjilat Al Atsariyyah berjudul “inilah Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” yang menguraikan karakteristik Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

9. Naskah kesepakatan ishlah asatidz yang diselesaikan tanggal 26 Jumadil Ula 1426 H (2 Juli 2005)

10. Majalah SALAFY edisi XXIV/1418/1998

11. Majalah SALAFY edisi 34/1421 H/2000 M

12. Majalah SALAFY edisi 35/1421 H/2000 M

13. Majalah SALAFY edisi 37/1421 H/2000 M

14. Majalah An-Nashihah volume 01 Tahun 1/1422 H/2001 M

15. Majalah An Nashihah volume 02 Tahun 1/1422 H/2001 M

16. Majalah An Nashihah volume 03 Tahun 1/1422 H/2002 M

17. Majalah An Nashihah volume 04 Tahun 1/1423 H/2002 M

18. Majalah An Nashihah volume 05 Tahun 1/1424 H/2004 M

19. Majalah An Nashihah volume 06 Tahun 1/1424 H/2004 M

20. Majalah An Nashihah volume 07 Tahun 1/1425 H/2004 M

21. Majalah An Nashihah volume 08 Tahun 1/1425 H/2005 M

22. Majalah An Nashihah volume 09 Tahun 1/1426 H/2005 M

23. Majalah An Nashihah volume 10 Tahun 1/1427 H/2006 M

24. Majalah An Nashihah volume 11 Tahun 1/1427 H/2006 M

25. Majalah An Nashihah volume 12 Tahun 1428 H/2007 M

26. Majalah An Nashihah volume 13 Tahun 1429 H/2008 M

27. Majalah An Nashihah volume 14 Tahun 1429 H/2008 M

28. Majalah As-Salaam No. IV Tahun II 2006 M/1426 H

29. Beberapa website ahlus sunnah yang memuat informasi jadwal kajian/dauroh Al Ustadz Dzulqarnain

sumber : www.tasjilat.wordpress.com

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 2 – Sifat-sifat Allah Subhanu wa Ta’ala (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Ash Habul Hadits – Bagian 1 – Biografi Penulis Kitab, Imam Abu Utsman Ash Shabuni (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Birrul Walidayin – Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Ust. Ayoub Abu Ayub)

Keutamaan Menuntut Ilmu (Ust. Hammad bin Amir Abu Muawiyah)

Kajian Kitab Al Aqidah Wasithiyah Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – Bahasan 3 dari 3 bagian – Penutup dan Tanya-Jawab (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Al Aqidah Wasithiyah Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – Bahasan 2 dari 3 bagian – Tinjauan Beberapa Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Al Aqidah Wasithiyah Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – Bahasan 1 dari 3 bagian – Tinjauan Rukun Iman (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Dimana Allah ? (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Politik, Jihad dan Terorisme – Terorisme Dalam Timbangan Syariat Islam (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Politik, Jihad dan Terorisme – Keterpurukan Umat Islam di Dunia Saat ini dan Cara Mensikapinya (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Politik, Jihad dan Terorisme – Jalan Mana Yang Harus Ditempuh Untuk Menuju Kejayaan dan Kemuliaan Umat Islam ? (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

70 Ribu Orang Yang Akan Masuk Surga Tanpa di Hisab (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Hikmah Dibalik Lafadl Bismillah – Kitab Fathul Majid (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Iman Kepada Takdir – Kitab Fathul Majid (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Pengertian Iradah, Syariyah, Diniyah, Iradah, Kauniah, Qodariah – Kajian Kitab Fathul Majid (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Memahami Makna Thogut – Kitab Fathul Majid (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Makna Ibadah dan Tujuan Diciptakannya Jin & Manusia – Kitab Fathul Majid (Ust. Afifudin As Sidawi)

Penjelasan Ibnu Taimiyyah Mengenai Tauhid – Kitab Fathul Majid (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Pembagian Jenis-jenis Tauhid – Kitab Fathul Majid (Ust. Afifudin As Sidawi)

Memahami Makna Sifat Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala – Kitab Fathul Majid (Ust. Afifudin A Sidawi)

Akhlak Ulama Soleh Terdahulu (Ust. Qomar Suaidi)

Kisah Pertaubatan Kaab bin Malik (Ust. Agus Suaidi)

Menyempurnakan Amal dan Niat – bagian 1 – (Ust. Agus Suaidi)

Menyempurnakan Amal dan Niat – bagian 2 – (Ust. Agus Suaidi)

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bab 4) – Akhlak Mulia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Ust. Agus Suaidi)

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bab 3) – Rasulullah Kelak Akan Berkumpul Bersama Umatnya Di Tepi Telaga Nabi (Ust. Agus Suaidi)

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (bab 2) – Kecintaan Nabi Pada Umatnya (Ust. Agus Suaidi)

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (bab 1) – Keutamaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Ust. Agus Suaidi)

Saudariku, Apa Yang Menghalangimu Untuk Berjilbab (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kiat Menjaga Kemuliaan Bagi Seorang Muslimah (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Perlindungan Islam Terhadap Perempuan (Al Ustadz Hammad Abu Mu’awiyah)

Wahai Manusia, Apa Yang Melalaikanmu Dari Robb mu ? (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (bahasan ke-3 dari 3) – Perkara Penting Untuk Memahami Rukun Iman (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (bahasan ke-2 dari 3) – Perkara Penting Untuk Menyempurnakan Keimanan (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (bahasan ke-1 dari 3) – Perkara Penting Yang Wajib Dipahami Setiap Muslim (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Keagungan Surat Al Fatihah (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Mutiara Ayat Demi Ayat Surat Al Fatihah (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Kisah Pengangkatan Sahabat Nabi Sebagai Khulafur Rasyidin (Ust. Muhammad Umar As Sewed)

Mengenal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Kita Yang Mulia (Ust. Abdullah Syarani)

Keteladanan dan Kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Ust. Muhammad Afifudin As Sidawi)

Tujuh Wasiat Nabi Kepada Abu Dzar Al Ghifari (Ust. Abdullah Syahrani)

Kisah Wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Ust. Ja’far Sholih)

Kenapa Siroh (Sejarah Nabi) Penting Untuk Dipelajari (Ust. Ja’far Sholih)

Suka Duka Rasulullah SAW di Awal Dakwah Islam (Ust. Ja’far Shalih)

Makna Taubat dan Syarat-syarat Taubat (Ust. Agus Suaidi)

Mengenal Sepak Terjang Para Penyeru Jahanam (Ust. Luqman Ba’aduh)

Sifat Jahil/Buruk Sebagai Sumber Kehancuran (Ust. Luqman Ba’aduh)

Akibat Sifat Jahil/Buruk (Ust. Luqman Ba’aduh)

Kebinasaan Para Hamba Hawa Nafsu (Ust. Luqman Ba’aduh)

Sabar Dalam Kehidupan (Ust. Luqman Ba’aduh)

Dahsyatnya Adzab Allah Sebagai Peringatan (Ust. Luqman Ba’aduh)

Sebab-sebab Datangnya Janji Allah (Ust. Luqman Ba’aduh)

Menjauhkan Diri dari Jerat-jerat Syaiton (Ust. Luqman Ba’aduh)

Sebab Datangnya Adzab Allah (Ust. Luqman Ba’aduh)

Nasihat Tentang Alam Kubur dan Hari Kiamat (Ust. Muhammad Umar As Sewed)

Mengenal Ciri-ciri Penghuni Neraka (Ust. Abdurahman Lombok)

Adzab Kubur dan Neraka Sebagai Peringatan Bagi Orang-orang Yang Beriman (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Berisi penjelasan tahap demi tahap mengenai perjalanan menuju akhirat, mulai proses kematian, alam kubur, proses pengadilan Allah di Padang Mahsyar, hingga beberapa bentuk siksa neraka yang akan diterima penghuni neraka. Sungguh suatu nasihat yang sangat membangkitkan ketakutan akan dahsyatnya hari-hari yang sangat panjang yang akan dilewati setiap manusia. Jilid yang berjudul ‘Dahsyatnya Api Neraka’ (jilid ke-5) jangan sampai terlewatkan. Semoga kita semua termasuk dalam golongan-golongan yang selamat kelak.
Disampaikan oleh al-Ustadz Dzulqarnain, Pimpinan Ma’had As Sunnah Makassar dan Pemimpin Umum Majalah An Nashihah. Terdiri dari 6 jilid yang saling berurutan, sesuai urutan dibawah ini :

Silahkan klik Download Link dibawah ini :

1. Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

2. Sakaratul Maut dan Alam Kubur (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

3. Tanya-Jawab Mengenai Topik “Sakaratul Maut dan Alam Kubur” (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

4. Tujuh Orang Yang Mendapat Naungan Allah di Padang Mahsyar (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

5. Kengerian dan Dashyatnya Alam Neraka (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

6. Tanya-Jawab Mengenai Topik ‘Kengerian dan Dahsyatnya Alam Neraka” (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Nasihat Berharga Untuk Benar-benar Bertaqwa Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Sebab-sebab Datangnya Pertolongan Allah (Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Sabar Dalam Memperbaiki Diri (Ust. Dzulqarnain)

Meningkatkan Derajat Taqwa (Ust. Khidir bin Muhammad Sunusi)

Empat Kaidah Memurnikan Ibadah – Kajian Kitab Al Qawad’idul Arba’ah (Ust. Dzulqarnain)

Memperkuat Keimanan (Ust. Abdul Baar)

Mementingkan Tauhid Dalam Berdakwah (Ust. Muhammad As-Sewed)

Penjelasan Mengenai Kategori BERDASARKAN USTADZ / NARASUMBER

test…

Perlu dicatat, bahwa setiap judul ceramah memiliki kemungkinan untuk muncul di berbagai kategori, jadi perhatikan betul apakah antum sudah men-download suatu ceramah lewat kategori yang lain.

SILAHKAN KLIK ‘JUDUL CERAMAH’ , KEMUDIAN ANTUM AKAN DIHUBUNGKAN DENGAN JENDELA BARU PADA WEB www.4SHARED.com.
Bila ingin mendengar langsung, silahkan Klik tombol PLAY,
Bila ingin men-download untuk di SAVE maka Klik tanda DOWNLOAD NOW.

4SHARED.COM adalah perusahaan yang menyediakan server untuk menyimpan data , sehingga siapapun dapat men-download MP3 suatu kajian koleksi KAJIAN SUNNAH, dimanapun ia berada, dan kapanpun.

Memperkokoh Ikhlas Dalam Hati (Ust. Muhammad Umar As Sewed)

Kajian Kitab Tauhid 3 – Masalah-masalah Ketauhidan (Ust.Afifudin As Sidawi)

Kiat Menjaga Kemuliaan Bagi Seorang Muslimah (Ust.D zulqarnain)

Kajian Kitab Tauhid 1 – Dasar-dasar Keimanan (Ust.Afifudin As Sidawi)

Kajian Kitab Tauhid 2 – Lima Wasiat Allah Bagi Orang Yang Berakal (Ust.Afifudin As Sidawi)